Arie's posts with tag: puisi

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag puisi
Blog EntryreSignMay 7, '08 6:27 AM
for everyone
Resign hanya satu kata
tanpa makna, mungkin
Dan itu telah terkirim kemarin
via e-mail, kepada atasan

Derit power suply PC bicara, bertanya
atau watt kecil cahaya lampu yang temaram
juga Dinding yang telah memudar warna putihnya.

dan ruang itu, tempat kosong tak terpakai,
tempatku dulu memulai kerja
Tiap centi-nya menyisakan tanya,
tuk waktu yg tlah hilang dari 3 tahun ini.

Alasan adalah permainan kata
Seribu argumen. Dan niat ikhlash yg kupinta pada Tuhan.
Resign ya resign
tanpa makna, seperti kataku tadi.

Kata-kata telah terucap
dan lelaki mesti memegang teguh ucapannya
(selama itu dalam kebenaran.)


*puisi maksa di 3 hari qobla resign :D
truntuk istriku yg slalu mndukung, dan anakku yg senyum mulu klo abahnya pulang hehe..


Blog EntryI love u before I know uJul 29, '07 12:02 AM
for everyone

Aku memilih
tuk mencintaimu

sederhana dalam beliung
sahaja dalam gelora

tak perlu argumen
tak mesti ada karena atau mengapa

aku telah memilih tuk mencinta
memilih tuk bahagia
itu saja.


sekarang,
bolehkah aku mengungkapkan isi hati?


Reviewj:e:d:a:Jul 7, '07 3:24 AM
for everyone
Category:Other
indah, adalah kenangan
bergelayutan di daun yang berlapis debu knalpot
tak lagi jernih walau embun menjilatnya
tetapi tetap saja kupetik,
mencari harap yang terserak.

jalan kedepan, masih panjang
terlalu lelah tuk dibayangkan
maka tersenyumlah wahai
kawan yang tak lagi berada disisi
atau yang tak lagi mau menemani.

ini adalah kesunyian
seperti nyanyian tanpa kata, tanpa nada
aroma keringat dan kematian begitu menyengat
dan seperti katamu,
tak ada yang layak, tak ada yang berharga.

aku jenuh kawan,
biarkan aku sejenak
diam dan sendiri.


Blog EntryAku, kini, disiniMay 8, '07 5:17 AM
for everyone

Tak ada rinai senja hari ini
Tukang parkir berseragan kuning
masih saja setia menunggui kendaraan orang

Tak ada puisi pada langit sore
Kepedihan hidup dan luka-luka yang menganga
ditaburi asam garam kisah-kisah

Nyanyian dari speaker butut kompi ini
Hanya cinta dan cinta
tanpa makna, tanpa tanda tanya

Aku,
Masih saja berdiri, berdiam
menghirup knalpot jalanan
menghanguskan kulit dgn mentari
melihat detik dan detik
Tanpa suara, tanpa gerak

Menunggu yang tak pernah mau menunggu
Kehidupan trus berlalu

Memunguti keberanian
satu.. satu..

Debu bis yg lewat
menutupi mata.
(4.31pm 080507)

Blog Entrykangen..Mar 12, '07 12:07 PM
for everyone
Malam memang pekat
tetapi anginnya tak lagi dingin di ruangan ini
Kekosongan hanyalah didada
dan kau rengkuh rapuhnya, dengan indahnya

Sayang,
tak sempat ku membuat puisi untukmu
sahaja hanya satu
walau kau tahu bahasaku adalah kata
maafkan suamimu

Kau pun
tak memberiku sebait kata indah
atau sejuta kalimat sayang
tak apa
tak mengapa sungguh
ku tahu kau bukan tak mau

Sayang,
aku tak perduli lagi kata-kata itu
keindahannya, kesyahduannya
kegetirannya, ketermanguannya

Adanya kau
adalah puisi
hingga aku
tak bisa lagi berkata.


Blog EntryegoNov 22, '06 2:17 AM
for everyone
menarilah dalam kesunyian
karena gerak adalah bahasa tanpa kata
senyumlah dalam kesendirian
karena bibir tak mesti selalu bicara

dan aku
menangisi air mata
untuk apa
bukankah mata tak selalu tuk melihat?

dan aku
mencoba tersenyum
untukmu
tak selalu sendiri itu sunyi



Blog EntrybiAr saJaAug 19, '06 2:34 AM
for everyone
Panas sekali hari ini
terik jalanan kota mengepulkan debu kendaraan
jengah, lelah, penat,
Memang kenapa?!?!?!

Menelusuri hidup yg kupilih
detik-detiknya terangkai dalam memori
pedih dan luka, kadang tawa
Apa peduliku?!?!?!

biarlah..
kuambil perih saja untuk hati; selamanya
Tak mengapa,
karena saudara-saudaraku lebih lagi

Palestina, berdarah-darah.


Blog EntryDimana Pasukan Ar-Rahman?!Aug 17, '06 1:22 AM
for everyone
Daun kemarau yang kering
jatuh
di kubangan merah
darah

Bayi kecil tersenyum
manis
matanya rapat
kepala berongga peluru

Setiap langkah negeri para nabi
adalah puisi pembantaian
bangsa kera berwajah kera
dan kami kalah olehnya; lalu kami apa?

Pasukan Ar-Rahman
masih jauh dibalik bebukitan
mungkin sedang bersyair tentang cinta
rebahan di lembah damai
dan berdendang,
menjadi syudaha adalah cita-cita
dari segala dunia dan kehidupan

Lalu,
Tak sampaikah indahnya berita dari kami?
senandung tangis para janda yang kehilangan pula anaknya
desing peluru yang mendesah, melubangi jasad-jasad ini
romantisnya temaram kabut dari debu rumah-rumah yang luluh

Jangan kau tanya lagi kata damai
aku tak tahu maknanya.



Blog EntrySilent space (just "iseng" poem)Jan 27, '06 12:02 PM
for everyone

Terjerembab
kubangan yang telah mengering
kemarau yang membuatnya

Terpasung
dalam jengah dan terik siang hari
dan resah menanti gerimis

Menghilang menjadi keinginan
atau diam
andai boleh hanya diam

Biar malam,
menjadi pekat aku mau
menjadi temaram bersama sunyi

Atau sepi,
menjadi kata terucap
tak bersuara

Musnah
yang ada hanya semesta
sendiri


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help