Arie's posts with tag: nulis ajah
Link: http://lenijuwita.multiply.com/Choose to be happy. Begitu yg beliau motto-kan di blognya. Blog yg penuh warna, membuatku merasa bahwa dunia begitu hidup, indah, penuh semangat. Pernah beliau berkata padaku klo kagum ma orang-orang muda yg begitu semangat mengisi hidupnya dengan hal2 yg baik. Dan Anne, putrinya yg 2 tahun lalu pernah dekat, sebagai wali kelasnya di kls 2 SD. Anak yang pendiam dan manis. Pelita hidup tuk ibunya. Membuatku lagi-lagi ingin menangis. Ya. Menangis. "Pak Arie damang? emut ka abdi? (apa kabar? masih iengt ke saya?)" sapa telpon ke HP ku dari teman lama yg masih mengajar di sekolah dulu. "Alhamdulillah, kumaha Pak Iwan?" surprise juga dapet telpon dari dia, setelah 2 thn tak berjumpa. "Pak Arie sudah tau soal ibunya Anne, Bu Leni?" "Oh Bu Leni.. ada apa gitu Pak?" jawabku datar, mungkin beliau mau syukuran akan beres sidang S2/S3 nya, aku lupa. "Bu Leni wafat Pak...!" "MASYA ALLAH!!!" petir di siang bolong, ga pernah kuduga sama sekali. tidak sekalipun yg kuduga hal itu yg akan dia kabarkan. Usia memang rahasia Allah. Beliau wafat mendadak selepas kerja. Kecapean kabarnya, lalu pingsan, dan kemudian wafat tanpa sempat dibawa ke rumah sakit. Ahad kemarin kejadian itu, tetapi sampai kini masih saja terenyuh hati ini. Cita-citanya, harapan2nya untuk putrinya, semangatnya untuk mengisi hidup. Masih ingin aku mengenalmu dan berbincang lagi, jika saja waktu itu masih tersisa. Hadiah pernikahan sajadah masih bagus dikenakan istriku. Terima kasih Bu, bukan hanya karena hadiah itu, tapi atas segalanya. Semoga amal baikmu diterima Allah, semoga khilaf dan salahmu diampuni-Nya. Semoga al-Fatihah dan do'a dapat sampai di tempatmu kini. Kami sungguh kehilangan. Tak bosan aku menulis tentang kematian seseorang, walau sedikit, mungkin sampai tak bisa menulis lagi, karena aku tak bisa menulis kematianku sendiri suatu saat nanti. baca juga: Blog Yg Menjadi Nisan dan Selamat Jalan Sahabat Kami.
Bismillah...Sering ke bank-bank gede? entah itu mo setor duit ato cuma mo godain mbak-mbak di teller -*halagh, kyknya ga mongkin deh! - kita pasti disambut dengan ramah oleh pak satam (baca=satpam). Muka yg obral senyum, sambutan yg brusaha untuk seramah mungkin, bahkan bbrp satpam bank terasa kaku menyambutnya. Mungkin kata-kata nya baru hapalan kali yah, "Selamat datang Pak, selamat datang di Bank ********* (sensored)". Kbanyakan orang langsung ngeloyor sebelum pak satam membereskan kallimatnya, ga sopan emang. Hihi.. abis salah sndiri dianya klamaan nyambut orang :D. Tapi apa efeknya buat kita2 ? Kita akan ikut tersenyum! minimal ga sampe punya pikiran klo pak satpamnya jutek, nyebelin dll. Aura positif yg meng-atmosfir, pikiran positif yg muncul. Sapa sih yg ga suka klo dikasih senyum? bukan senyuman seringai tentunya. Bahkan klo kita menatap cermin lalu senyum, diri kita akan ikut senyum. Hahaha.. ya iyalah :P Tapi ini aseli! Kita akan merasa lebih enak dengan tersenyum, diberi senyum atau diri kita sendiri yg senyum. Jangan salahkan orang lain jika dikau dianggap judes n bikin sebel, padahal aku khan ga ada sama skali ngambek ato niat jelek ma orang. Iya iya.. tapi orang khan ga bisa liat hati dirimu wahai sodara, orang cuman bisa liat roman di wajahmu. Lalu knapa masih susah senyum. Jangan jelek sangka, trnyata ga smua orang bisa dengan mudah trsenyum lhoh. Lhoh?! iya.. Ada orang-orang tertentu, baik itu karena tekstur wajah yg emang kaku, atau tipe muka sedih atau bekgronnya banyak mengalami kepedihan dll. Tuk teman-teman jenis ini jangan salahkan mereka bila jarang bgt senyum. Tapi wahai teman jenis ini, jangan jadikan hal ini sbg alasan. Karena senyum bisa dilatih, dan latihannya ga sesulit klo kita blajar sepeda. Coba aja senyum dikit2, didepan kaca jg baik. Sunggingkan senyum dikit demi sedikit, rasakan bahwa senyum membuat otot-otot di wajah kita menjadi relax (tanpa "a"), lebih trasa enak khan drpada muka kita berwajah cemberut atau serius(?). Tunggu dan liat reaksi teman-temin, liat jg reaksi sekelilingmu. Rasakan reaksi positif dalam pikiranmu, dalam jiwamu. Dunia trlihat indah wlo hari itu mendung. Senyumlah dgn optimistis! Apalagi klo senyumnya dari hati yg trdalam -halagh- makin enak deh rasanyah! Rasulullah saw bersabda, "Senyummu kepada saudaramu adalah sedeka." (HR Muslim).
"Kebajikan yang ringan adalah menunjukkan muka berseri-seri dan mengucapkan kata-kata yang lemah lembut"(Umar bin Khattab)
Bismillah..Pasti dah banyak yg dah baca postingan ini, tapi tak apalah ku ngikut posting jg. Sekedar mengingatkan tuk diri, bagiku kisah ini sangat inspiratif dalam berkehidupan. Tapi satu yg bikin pnasaran nih, adakah temans yg tau riwayat kisah hadits ini? Nguplek2 ga nemu euy sumbernya :( Plis help! Takut malah nyebarin yg ga ada dari sononya..
~ Rasulullah saw. dan Pengemis Yahudi Buta ~ Di sudut pasar Madinah Al-Munawarah ada seorang pengemis Yahudi Buta, dari hari ke hari apabila ada orang yang mendekatinya ia selalu berkata "Wahai saudaraku jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya kalian akan dipengaruhinya".
Setiap pagi Rasulullah SAW mendatanginya dengan membawakan makanan, dan tanpa berkata sepatah kata pun Rasulullah SAW menyuapi makanan yang dibawanya kepada pengemis itu walaupun pengemis itu selalu berpesan agar tidak mendekati orang yang bernama Muhammad. Rasulullah SAW melakukannya hingga menjelang Beliau wafat. Setelah kewafatan Rasulullah tidak ada lagi orang yang membawakan makanan setiap pagi kepada pengemis Yahudi Buta itu. Suatu hari Abubakar r.a berkunjung ke rumah anaknya Aisyah r.ha. Beliau bertanya kepada anaknya, "anakku adakah sunnah kekasihku yang belum aku kerjakan?", Aisyah r.ha menjawab pertanyaan ayahnya, "Wahai ayah engkau adalah seorang ahli sunnah, hampir tidak ada satu sunnah pun yang belum ayah lakukan kecuali satu sunnah saja". "Apakah Itu?", tanya Abubakar r.a. "Setiap pagi Rasulullah SAW selalu pergi ke ujung pasar dengan membawakan makanan untuk seorang pengemis Yahudi Buta yang berada di sana", kata Aisyah r.ha. Keesokan harinya Abubakar r.a. pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk diberikannya kepada pengemis itu. Abubakar r.a mendatangi pengemis itu dan memberikan makanan itu kepada nya. Ketika Abubakar r.a. mulai menyuapinya, si pengemis marah sambil berteriak, "siapakah kamu ?". Abubakar r.a menjawab, "aku orang yang biasa". "Bukan !, engkau bukan orang yang biasa mendatangiku", jawab si pengemis buta itu. "Apabila ia datang kepadaku tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah. Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut dengan mulutnya setelah itu ia berikan pada ku dengan mulutnya sendiri", pengemis itu melanjutkan perkataannya. Abubakar r.a. tidak dapat menahan air matanya, ia menangis sambil berkata kepada pengemis itu, "aku memang bukan orang yang biasa datang pada mu, aku adalah salah seorang dari sahabatnya, orang yang mulia itu telah tiada. Ia adalah Muhammad Rasulullah SAW". Setelah mendengar cerita Abubakar r.a. pengemis itu terkejut lalu menangis sambil berkata, "benarkah demikian? selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya, ia tidak pernah memarahiku sedikitpun, ia malah mendatangiku dengan membawakan makanan setiap pagi, ia begitu mulia.... " isaknya Pengemis Yahudi Buta tersebut akhirnya bersyahadat dihadapan Abubakar r.a. (1001 Kisah Teladan)
Bismillah.."Kematian bukanlah tragedi.." kata Emha A. Najib. Tapi sulit aku tuk ga bilang klo banyak sekali kematian yg terjadi menjadi sebuah tragedi. Banyak kematian yg -maaf- dirasa konyol. Remaja ABG yg menonton konser, mati terinjak atau kehabisan udara. Anak-anak SD gantung diri karena ga bisa bayar SPP atau ga lulus ujian. Dua sejoli selingkuhan bunuh diri di kamar hotel. Masya Allah... Kematian dengan cara yang seperti itu memang tragedi. Sangat "mengerikan" bagi Anda yang percaya ada kahidupan yang lebih kekal setelah dunia ini. Kemarin, innaalillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun..,  seorang artis pelawak nasional menemui ajalnya dengan mendadak. Taufik Savalas bukan nama yang asing tentu saja. Melihatnya di tivi, dalam posisi terbujur kaku di kamar mayat RS, diam, tak bersuara sepatah katapun. Kontras sekali dengan kesehariannya -yg kita kenal- penuh dengan tawa, senyum dan canda-candanya yang kocak. Kemana perginya smua itu? Dua anaknya yang masih kecil, istrinya yg masih terbilang muda, mengingatkanku pada istri dan anakku yg belum genap 2 bulan. Apa arti semua ini? mengapa kematian itu begitu mendadak baginya? bagaimana nasib anak istri dan saudara-saudara yg mnjadi tanggungannya? Selamat jalan Pak, smoga Allah SWT mnrima dalam keridhaan-Nya. Kematian, memang tak mengenal interupsi. Terpekur sesaat, membayangkan prasasti yang tlah ditorehkan orang-orang yg tlah wafat mndahului kita. Mninggalkan kenangan, menyemaikan hasil-hasil dari pekerjaan baik (=amal sholeh) yang boleh jadi akan kekal tuk beberapa lama. Entah kapan berita duka di koran menuliskan nama kita. Entah kapan kerabat dekat mengunjungi pusara yg di nisannya tertoreh namaku. Aku tak pernah tahu diurutan keberapa ajalku dalam daftar kematian yg dipegang Izrail. Kita ga pernah tau dan kita ga bisa menolaknya. Tetapi, kita bisa memilih bagaimana kita menghadapinya, bagaimana cara kita "menyambutnya". Aah.. kematian memang menakutkan. Dengan apa saja yang tlah kita perbuat sebelumnya, dengan hitungan dosa dan pahalanya, dengan syurga atau neraka sesudahnya. Dan aku harus memilih tuk berusaha menyambutnya sebaik yg ku bisa. Harus. *tuk orang² yg sngat kucinta, mama, istri dan putriku, maafkan aku krn slalu trbayang saat "prpisahan smntara" ini suatu saat nanti..
Bismillah...Sbnernya males posting hal ini, biasanya mnimpbulkan perdebatan, tapi ya gpp deh. Aku rada cuek masalah yg lagi hangat di per-MP-an (MP para simpatisan PKS tntunya :P). Padahal masih kebilang kader nih jelek-jelek juga (awas yg bilang jelek lagi ane tinju!). Lha? mngapa jadi bebek cuek bgini? Hehe.. ga kaget lah, dulu juga waktu masih PK milih Gus Dur dengan alasan tuk menghindari kemudharatan yg lebih guede. Lalalu mngapa dikau masih saja ngikut liqa? Nah ini dia bedanya, Tarbiyyah itu bukan PKS, tapi PKS mestinya ya Tarbiyyah. Partai hanya salah satu alat dari gerakan ini. Dan ketika dia terjun ke dunia politik, tentu saja bakal banyak bersinggungan dengan "dunia lain" yg lebih kompleks. Kasus yg trakhir pemilihan cagub DKI dan dangdutan itu. Demikianlah kasus yg bakal trjadi ketika kita berda'wah. Mesti bisa mnimbang dan mmemilih langkah mana yg paling tepat kiranya yg bisa mnjadi kebijakan dan maslahat tuk ummat. Demikian halnya jika Anda, sebagai ketua RT, rapat agustusan dgn warga. Mereka sepakat bikin panggung dangdut dgn penyanyi yg aduhai. Ayoo milih mana? brantem dgn warga ato mundur dr jabatan RT? Ato mncoba sbijak mungkin mnda'wahi mrk (pelan-pelan, tp ya klo bisa mah cepet) dan mncari jalan agar dangdutan itu batal? Ato paling tidak pnyanyinya laki-laki smua? (wlo dangdutnya masih dgn syair yg horor hehe..) Aku tak mau milih yg mana (krn aku bukan ketua RT :P) apalagi berdebat, silakan saja brpendapat ssuai kapabilitas masing2. Ada fiqh yg ga bisa diganggu gugat, tapi jgn lupakan fiqh da'wah yg mestinya diketahui stiap da'i yg trjun ke masyarakat. Da'wah perlu sistem organisasi dan jaringan! Jangankah hal sebesar ini, bisnis atau organisasi olahraga pun bukankah sangat butuh hal tersebut?. Dengan tools ini dgn mudah aku bisa brda'wah mngajak org mmperdalam agamanya. Melancarkan cara baca qur'annya, melatih shaum sunnah dan shalat sunnahnya, berdiskusi tuk solusi prmasalahan keummatan. Tak mungkin aku sndiri yg mngajari mereka, bahkan tuk mndidik diriku sndiri pun trasa berat bgt ditengah maksiat yg slalu saja digalakkan tanpa trasa. Ada yg ga mau masuk liqa, ya ndak pa pa. Ngajak ke Islam kok, bukan liqa. Lagian ngaji 2 jam sminggu skali mana cukup?? Orang liqa itu perlu komitmen yg kuat tuk slalu me-update keilmuannya. Ngaji gini hanya salah satu alat/cara, bukan satu-satunya. Terlepas dari masalah politik, aku sreg bgt dgn konsep tarbiyyahnya. Lalu mngapa ga halaqah di yg laen?? HTI, Salafy ato (neo) NII misalnya? Hehehe.. milih boleh dunks, dan yg paling pass mnurut itung2anku ya yg ini :)
 Bismillah..
Nyaris tiap hari aku lewat perempatan kircon antapani. Di lampu merah ini selalu saja ada anjal (bukan, bukan anak jalan-jalan kyk abg skrg, tapi anak jalanan). Menurut cerita temenku, mereka itu dapet duit sehari kotornya bisa sampe 200rb lho! Bersihnya dapet 50rb an lah. Wehehe.. silahkan gigit sendal bagi karyawan yang cuma digaji dibawah 1jt an / bulan :P.
Ada lagi hal yg cukup mnarik perhatian di perempatan ini. Attitude para pengendara motor dan sopir angkot. Aneh deh, mereka itu ga saling kenal tapi suka kompakan. Terutama ketika ga ada polisi, pas lampu merah masih menyala tapi dari arah jalan yg kanan dah ga ada mobil lewat, langsungg brrreeemmm.... tembus deh lampu merahnya. Dan nyaris smua pengendara kompakan melajukan kendaraannya seperti itu.
Akhwat, temenku, seorang pengendara motor yang patuh dan berbudi. Dia tak mau melewati zebra cross atau naek ke trotoar jika macet, melanggar hak orang lain katanya. Tapi apanyana, di perempatan itu dia menjadi bulan-bulanan klakson pengendara yang lain karena ga mau maju padahal lampu masih merah. Ternyata menjadi yang benar dan baik itu tak selalu disukai hihi..
Sekali lagi dapet pelajaran, dalam kondisi yg khusus, tak selamanya pendapat yg dianut mayoritas orang itu baik, walaupun mereka tahu kalau pendapat tersebut itu salah :D Dah ah.. log out. 
Bismillah..Dah denger Lokalisasi Prostitusi Saritem ditutup? wah! ini suatu kejadian yang ruaarrr biasaa! Alhamdulillah.. Bagi yang orang Bandung - yang suka ga kuper tentunya hehe - Kawasan Saritem merupakan icon "kedigjayaan" praktek prostitusi. Orang dengan mudah melenggang ke tempat -yang konon telah berusia 200 thn- itu tuk sekedar "bermalam" 1 -2 jam tanpa rasa rikuh apalagi takut. Wisata seks lah, anak cowok smu yang kliatannya baek2 juga bisa kepergok disana malem-malem nyari PSK yang anak smu pula, cukup dengan 100-200 ribu rupiah. Well, itulah gambarannya, keberadaan Pesantren yang sedianya tuk didirikan tuk membendung kebobrokan moral itu tak bisa berfungsi sebagaimana mestinya, malah kebanyakan santrinya berasal dari luar kawasan lokalisasi. Jangan heran, di daerah itu, praktek asusila sudah sedemikian mendarah daging. Banyak orang yang menggantungkan hidupnya disana. Tukang kredit yang mencicilkan barang-barang pada para PSK, tukang jual mie instant, rumah makan sederhana buat para hidung belang mengisi perutnya dan lain-lain. Seolah kehidupan amoral yang terjadi disana bukanlah suatu hal yang mesti digugat. Hebat bukan? suatu komunitas masyarakat dapat memaklumi bahkan menjadikan suatu tindakan haram sebagai penghidupan mereka. Aku tak mau berpanjang lebar dengan soal berapa pendapatan mereka perbulannya, atau berapa miliar sumbangan "home industri" ini pada kas Pemda. Hanya saja ingin ikut ngomong, klo kebenaran dan kesalahan yang dianut suatu masyarakat itu tak selamanya menjadi tolak ukur. Karena kita bagian dari masyarakat itu, maka bisa jadi kita mengikuti tata nilai yang ada tanpa menyadarinya. Maka, bila kita sudah sedimikian larut, berhijrahlah. Kecuali bila kita yakin seyakin-yakinnya bahwa kita bak ikan yg hidup di tengah lautan yg asin. Tidak akan terbawa asinnya laut. Yupe! Dengan berhijrah dari lingkungan yang tak baik kepada lingkungan yang baik sangat lebih mudah membuat kita menjadi baik, ketimbang kita berlelah-lelah hidup di lingkungan yang tak kondusif. Kecuali, dan hanya kecuali, kita memang merasa mampu menjadi agen perubah bagi lingkungan tersebut ke arah yang lebih baik. Sanggup?
Bismillah..
Di pertemuan kemarin, si Akang cerita, pernah terjadi suatu perdebatan antara dua orang yang sholat bersama-sama di Mesjid Agung. Mereka sampe ribut dan saling tunjuk bahwa temannya itu yang salah. Yang satu "keukeuh" kalau tahiyat itu wajib menggerak-gerakkan jari telunjuk, yang lain teteup bilang klo itu ga wajib, bahkan dia bilang itu ga ada tuntunannya. Sampai-sampai orang se mesjid melongo menonton pertarungan debat secara gratis. Waah pokonamah rame lah..! Akhirnya aku ga kuat nyeletuk, "waah.. tukang jualan yg diluar mesjid jadi lega ya Kang? " "Lega kenapa?" "Iya.. pas liat ributnya orang-orang tadi, pastinya berujar, "untung saya ga sholat ...", jadi ga ikutan ribut-ribut " Gubraks..!
Ya begitulah kita, tak bisa dipungkiri selalu saja ada diantara kita yang "riweuh" dengan urusan yg kagak prinsipil, hingga masalah gede yang mestinya mnjadi prioritas malah terlupakan (atau ga mau mikirin?).
Ada orang yang baru belajar naek mobil, malah sibuk baca buku pedoman berkendara yang baik, sibuk ngecek posisi spion, sibuk ganti ban yang udah gundul, sibuk menyedot bensin premiun karena pengen ganti dengan yg premix, sibuk nyeduh kopi dan minum minuman isotonik karena takut ngantuk ketika menyetir. Sibuk me lap kaca depan mobil sampai nyaris tak terlihat, karena takut memburamkan penglihatan ke depan. Ampyunnn dah!! nyetir aja belom bisa?? nginjek kopling aja belum ngarti!! mana pedal gas mana rem aja masih suka salah injek. Capee dehh! Permasalahan dia yang utama adalah: Belajar Menyetir!. Titik!. Hal-hal kecil lainnya ntaran dulu deh, klo dah bisa nyetir n punya SIM.
Udah ah, cuma lagi kesel aja nih ke temen-temen yang suka mempermasalahkan hal-hal yg bukan esensi, padahal kita sama-sama berusaha pegang kuat Qur'an dan Sunnah dengan benar. Ketika anak smu dengan enaknya nyamannya nyobain prostitusi, saat homo dan lesbi bukan lagi tabu, orang sholat dianggap aneh, zina dengan istri orang dianggap lumrah. Narkoba dan miras suatu kebanggaan, dll dst dkk. Umat lagi butuh solusi nih, kebakaran akidah dan moral dimana-mana, andai kamu punya satu gayung air saja, cepet-cepet diguyurin, jangan malah dipake nyiram kembang.
Masalah ikhtilaf perbedaan khan kebanyakan di Ijtihad para ulama, lagian bukan soal Aqidah yang memang udah ga bisa ditawar-tawar lagi kok. Dalam bidang ini piss menn, nyantai aja lah..
Karena aku kena tag Zaza yah.. terpaksa deh posting ini, nasib.. nasib.. padahal aku kan jarang banget posting di MP jadinya nulis deh.. nasib.. nasib.. Malangnya nasibku.. hiks..
Record that changed your life
Duh.. lupa, apaan ya dulu tuh judulnya. Pokoknya yg nyanyi Nada Murni (Malaysia). O iya, Munajat! Enak bener dah di hati pas nyanyiin di mihrab mesjid SMU dulu.. bawaannya pengen nangis aza.
Record you’ve listened more than once
Bintang kecil, Balonku ada 5 rupa2 harganya, dari kecil ga abis2 dengernya sampe segede gaban bgini.. hue.. nasib nasib..
Record that you just don’t understand
Gak ada lagu yg ga ku mengerti, kcuali emang faktor bahasa aja. Bahkan lagu anehnya Sujiwo Tejo bisa kunikmati, kuping yg aneh..
Record that made you laugh
Bbrp lagu Project Pop, judul2nya lupa uy!
Record that made you cry
Lagu-lagu tema patah hati ato cinta yang tak berbalasnya Dewa wekekeke... jadi inget masa2 indah bersama AJI dulu (Asosiasi Jomblowan Indonesia)
Record that creeps the hell out of you
Lagu Istri Sholehah-nya The Zikr. Huhuahaha...! (aseli, bingung "creeps the hell out" mksdnya paan siy? kluar neraka gitu?? kekeke..
Record that you wish never been made
Klo ga salah yg nyanyi Kungpaw Chicken, judulnya Gitu2an ato apaan gitu.. Orang gila yg bikin lagu itu! vulgar bener, anak2 sekarang emang gila banget deket ke jurang perzinahan.. Ya Allah...
Record that you’ve just listened
Adzan maghrib di tipi.
Record that you’ve been meaning to buy (or steal)
Gak ada yg pengen ku beli ato curi, paling bajak aja lewat MP3 heuheu.. kcuali lagu2 Islami, pengennya beli gara2 ga enak klo cuma kopi MP3, prasaan tega aja ke mereka ga beli aselinya.
Now, tag seventeen people…
Sapa ya? ga enak ah klo tembak2an, biarlah hanya diriku yg mnjadi korban.. hue..
Boleh Tag balik ga ? :D Zazaaaa... udah tuk aku bikin balesanmuu..!
Malam mengembunkan angin yang dingin. Kemarau ini memang seringkali membuat kita merindukan selimut tebal. Dan kamu, masih tertawa renyah, walau terkulum, dengan semua pembicaraan kita malam ini. Setelah sekian lama, kamu begitu menikmatinya.
Tersadar aku, apa yang kulakukan selama ini, pengorbanan dan kesungguhan yang berat dan penat. Hingga menghiba-iba aku pada-Nya, agar Dia menguatkan ku tuk meneruskan, menelusuri jalan yang pernah ku petakan padamu, hanya jika memang kamu orang itu. Biarlah hati ini kuserahkan saja pada-Nya, karena telah luruh dalam hancurnya, lukanya, sakitnya, perihnya, kepasrahannya... Atau, leraikan saja waktu-waktu dan kenangan kita saat ini juga, andai kamu bukan yang Dia sukai. Tak lagi peduliku.
Lalu malam itu, terjebak dalam senyum yang indah. Senyum bahagia. Aku tanya kenapa? Apa yang kamu rasa? Seperti anak kecil yang menemukan mainan baru, hatiku tersenyum. Cinta tak selalu apa yang kita mau. Ketika dia bahagia dengan apa yang kita berikan. Ketika kau tak sia-sia mempersembahkan apa yang bisa kau berikan, walau itu membuatmu sakit. Sesakit-sakitnya.
Tetapi sekali lagi, kau akan tetap bahagia, karena dia menjadi lebih baik kini, dan bahagia. Karena kau telah memberikan yang terbaik untuknya. Inikah cinta ?
Malam semakin dingin. Angin kemarau menerbangkan debu jalan yang kulalui, ketika pulang dari rumahmu. Cinta memang menakjubkan.
*Catatan seorang ikhwan menjelang pernikahannya. Barakallah Akhi ... :)

Terisak, masih dalam luka itu menancap di hatinya. Lalu wanita muda berjilbab itu melanjutkan kisahnya, menguatkan diri untuk mengenang kembali kebodohan yang dulu sempat ia lakukan.
Begitulah, hati seorang wanita begitu dalam merasai. Jiwa dan pikirannya terguncang hebat. Hampir saja perbuatan terkutuk itu dilakukannya, karena bujuk rayu sang pacar biadab yang memasang perangkap dalam kata-kata gombalnya. Nyaris! hingga kemudian ia tersentak sadar dalam keadaan yang memalukan. Kejadian itu telah berselang 4 tahun, ketika usianya terlalu muda tuk mengerti tentang nafsu pria, ketika kedewasaan dan ilmunya masih sebatas gadis smu gaul yang baru lulus. Tetapi trauma, kebodohan dan luka itu tak kan pernah bisa ia lupakan seumur hidupnya. Seringkali ia menangis menyesal dan suatu waktu menjadi sangat benci pada lelaki. Entah dengan laki-laki laknat itu, apakah kini bertaubat dan sadar atau malah mencari mangsa baru.
Mata indahnya masih menggenangkan bulir-bulir bening. Ia ceritakan semua pada laki-laki lain yang kini berniat mengenal untuk meminangnya. Tak ada maksud, selain agar laki-laki itu mengenal dirinya seluruhnya, agar mengetahui bahwa dirinya tak sebaik yang disangka kebanyakan orang di sekelilingnya. Cukup berat apa yang dia pertaruhkan. Aib diri yang bisa diketahui banyak orang, cercaan dari orang tua, saudara, teman dan orang-orang sekitar yang mengasihinya. Laki-laki itu pun bisa saja langsung mengurungkan niatnya. Tetapi, dia hanya ingin berterus terang saja, ingin agar laki-laki yang ia harapkan menjadi suaminya paham dan tidak merasa tertipu.
Dua hari sudah, tak ada dering telpon atau SMS dari laki-laki peminang itu. Entah apa yang sedang diperbuatnya. Sedang mempertimbangkankah? Atau malah sudah memutuskan hubungan ini dan tak mau lagi mengenalnya? Mungkin dia membenciku, atau malah merasa jijik denganku.. Tak ada lagi harap, karena ia merasa dirinya tak pantas untuk dipinang lelaki itu. Mungkin memang bukan jodoh. Yang terjadi, terjadilah. Aku hanya ingin jujur, bisik batinnya pilu.
Saya sedikit menyesal ketika mengetahui hal ini. Sebenarnya, sebelum dia mengutarakan masa lalunya itu, ia sudah lebih dulu meminta pendapat saya bagaimana baiknya. Apakah dia harus jujur?. Mencoba tuk sebijak mungkin, saya mengetikkan pesan singkat ke HP-nya: Jika memang hal itu aib ya baiknya disimpan saja. Tetapi jika hal ini malah akan membuat tidak baik diakhirnya nanti, maka sebaiknya utarakan saja, dan selanjutnya terserah Tuhan, sungguh Dia mempunyai pertimbangan yang paling baik. Dan akhirnya dia memilih saran saya yang kedua.
Saya pun mengenal laki-laki yang beritikad hendak meminangnya itu. Saya yakin dia terpukul dengan kejujuran ini. Telah lama ia merindukan wanita yang baik-baik dan suci, dan saya tahu hal ini sangat tertanam dalam dibenaknya. Baginya, wanita adalah suci dan sangat dihormati, seperti ibu yang telah membesarkannya selama ini. Maka tak tahu lagi apa yang bisa saya sarankan untuknya. Menerima wanita itu dengan masa lalunya atau mengurungkan niatnya karena merasa tidak mampu untuk menerima wanita itu apa adanya.
Dan yang terjadi (yang dikehendaki Tuhan), terjadilah. Dini hari itu hati wanita muda berjilbab riang sekali. Diutarakannya, semalam lelaki temanku itu menelponnya dan bicara dengan penuh antusias. Ada satu kalimat yang sangat saya ingat dari laki-laki itu, bahwa dia bisa menerima karena yang dikenalnya adalah wanita yang sekarang dengan segala kebaikannya, bukan wanita yang hidup di masa lalu itu.
Saya tak tahu kekuatan apa yang bisa membuat wanita muda berjilbab itu dapat mengatakan aib yang pernah dia lakukan, apakah cinta? Wanita memang sulit dimengerti. Saya pun tak tahu apa yang bisa membuat lelaki tersebut berubah pikiran dan kemudian dapat menerimanya. Apakah cinta? Ikhlash, katanya suatu hari. Cinta dalam keikhlasan tak kan menuntut tetapi hanya ingin memberi. Lagipula niatku tuk meminangnya khan untuk ibadah, menjalankan salah satu perintah-Nya. Mungkin dengan ini aku jadi belajar meluruskan lagi niat tersebut. Saya hanya bisa mengangguk-angguk.
Satu lagi saya belajar tentang cinta, yang terkadang masih sulit tuk dipahami. Saya hanya bisa tersenyum bahagia ketika mengetahui mereka kini tengah merencanakan pernikahan yang tak lama lagi. Selamat Sahabat ... semoga berkah adanya.
Gambar diambil dari sini: http://freepages.genealogy.rootsweb.com/~familyrosebush/ocean/heart.jpg

| Blog Yang Menjadi Nisan |
| Sunday 08.21.05 [7:33 pm]
|
Pernah klik blog rizaljundy.blogspot.com?? atau yang terbaru di blog natashaanya.com?! Bila belum, maka saya sarankan, kunjungilah!
Mengapa? apakah kedua blog itu bagus? hmm, bagi saya pribadi kurang
begitu menarik. Lalu karena apa saya menyarankan tuk membukanya?
Karena pemilik kedua blog itu telah meninggal!
Mungkin ada yang menganggap saya kurang kerjaan, buat apa mengunjungi
blog yang orangnya sudah meninggal? Tetapi justru ini hal yang menarik.
Mengapa?
Dengan mengunjungi blog-blog tersebut saya banyak menemukan
serpihan-serpihan kehidupan seseorang yang dulunya (pernah) ada dan
hadir di dunia.
Hal-hal apa saja yang telah ia lakukan dan lalu ia tinggalkan. Apa
hobinya, bagaimana kuliahnya, apa makanan kesukaannya, seperti apa
teman-temannya memandang dia, dan lainnya.
Saya bisa merasakan konflik emosi yang dulu pernah dia alami. Emosi yang juga sering saya alami.
Dan akhirnya, hobi dan semua hal yang ia senangi, lembaran-lembaran
diary yang ia tulis, menjadi sia-sia tak berarti. Karena kemudian ia
tinggalkan.
Mengunjungi blog peninggalan seseorang yang sudah tiada memang
memberikan nuansa lain. Mata saya seringkali memerah, lalu merembeskan
air dibawah pelupuknya.
Ah,.. bagaimana nanti jika orang mengunjungi blog saya ini, dan
pemiliknya sudah tak ada lagi? apa yang akan mereka isi di shoutbox-nya?
Apakah saya sudah cukup bermanfaat dikehidupan saya? berarti bagi
keluarga, teman dan sahabat-sahabat saya? sehingga bisa dengan tenang
meninggalkan semua hal ini (?)
Apakah Tuhan akan tersenyum menyambut ruh saya?
(maaf jika ada salah kata, celotehan ini hanya sekedar tuk refleksi diri.. )
|
| |