 | Category: | Books | | Genre: | Nonfiction | | Author: | MP-ers Indonesia |
"Inilah buku menarik tentang cinta yang bersebaran dan meloncat-loncat di dalam diri dan sekitar kita. Ditulis secara unik, dengan 53 gaya oleh 53 blogger Indonesia pengguna multiply.com. Senyum, tawa, tangis, guncangan keindahan, menyatu dalam buku ini." Gituu kata Mbak Helvy Tiana Rosa :D So, bli deh. Bukan karena tulisanku juga dimuat lho -*halagh! pengumuman - Tapi karena slain dapet buku yg bagus juga sekaligus beramal, soalnya 100% royalty buku ini disumbangkan tuk kegiatan baksos MP-ers Indonesia. Kayaknya dah ada deh di Gramed ato toko2 buku lainnya, aku blom liat disini ada soalnya belum ke toko buku sih, hehe.. *garinkbangets. Moga manfaat ya :)   | Category: | Books | | Genre: | Parenting & Families | | Author: | Rulli Nasrullah, M.Si |
"Dah A' beres bacanya", kata istriku sambil senyum sebel. Walah kok senyum tapi sebel?? Terajana ternyata, ada sedikit tulisan pengalamanku yg dimuat di buku ini yg menyebut-but sang istri. "Tapi tulisan Aa' yg ada disitu ga smua benerrr...!!" sungutnya lagi sambil pengen jitak. Huehe.. nyengir aja deh sebagai suami yg baik dan sabar ini. Sok lah pada beli buku na Kang Arul anu ehm thea. Ada di toko-toko buku terdekat lah. Masalah isi? yah Kang Arul ditanya, pasti gaya bahasanya ga bikin capek yg baca deh (kali) hehe.. Btw, nuhun Kang.. pas hari itu teh emang kebetulan lagi tongpes pisan hihi.. ah, Allah SWT mah klo dah berkehendak gampang pisan muka jalanna :) :). Subhanallah..  Bismillah..
Masdal namanya, 23-24thn. Dia rekan kerjaku di warnet yang sudah 3 tahun berdiri ini. Tak banyak yang bisa kuceritakan tentangnya. Aseli Palopo, Makasar, kuliah dan lulus di salah satu PolTek di Bandung lalu bekerja sebagai operator warnet. Dari awal aku sudah tahu klo ni anak termasuk yang haus pada ilmu-ilmu keagamaan. Dari obrolan-obrolan, dari organisasi yang dia masuki, dari hal apa yg membuat dia tertarik. Bahkan klo boleh jujur, mnunrutku dia ga tertarik dengan kerjaan Op warnet ini, dia hanya tertarik pada bertambahnya ilmu ketika dia berinteraksi dgn internet.
Hal inilah mungkin yg mbuat bbrp kali rekan sekerja suka jail ke dia, biar dia lebih rajin lagi hehe. Teknisi prnah jail nyuruh dia ke kompi user karena ktnya user itu butuh bantuan, taunya nggak. Aku juga pernah nyuruh2 ni anak tuk angkat2 kardus, biar kali2 gerak gitu, ga didepan monitor trus. Tapi memang orang ini tau klo dia itu ada punya kekurangan dalam pergaulan. Pernah dia menulis kekurangannya di kuis yg kubuat, dia menulis "tidak bisa tersenyum ramah". Halah, bikin tersenyum yg bacanya.
Sudah sebulan dia ga masuk kerja, sakit hepatitis B. Setelah coba bertahan dirumah kostnya, akhirnya kawan-kawan alumni rohis PolTeknya yg dulu berinisiatif membawa dia ke RS. Wlo ga ada biaya tapi mereka nekat aja. Yang penting Masdal masuk RS dulu. Badannya waktu itu kurus sekali.Teman, rekan kerja dan warnet urunan tuk biaya RS. Beberapa hari berlalu, alhamdulillah dia keliatan makin "berisi" tak lagi tulang berbalut kulit saja. Sudah mulai bisa ke WC sendiri, makanpun mulai masuk. Wajahnya tampak lebih cerah. Aku belum sempat besuk ke RS diwaktu itu.
10 hari kemudian, ada sms masuk ke Hp ku. Iman, sahabatnya yg mengirim SMS itu. Awal tulisan di SMS itu: "Innaalillaahi wa innaailaihi roji'uun..." Masya Allah, astaghfirullah... berulang kali aku mengucap kata itu, berat sekali aku tuk melanjutkan membaca SMS tsb. Ga, nggak percaya. Masdal sudah meninggal. Jantungnya lemah, nggak kuat lagi tuk bertahan. Ditambah TBC dan Hepatitis pula. Sakit, dirawat, hingga wafatnya tanpa ada seorangpun saudara yang mendampingi. Kakaknya kemudian datang jam 1 dini hari, lalu membawa jenazahnya menuju Makasar. Aku turut mengantarnya dari Bandung hingga Cengkareng. Aku turut melihatnya dimasukkan kedalam cargo bandara. Aku turut sedih, tak percaya. Padahal teman-teman kerjanya sudah membuatkan kaos warnet khusus tuk dia. Padahal aku sudah siap tuk menggodanya lagi tuk segera menikah. Padahal dia sudah berencana tuk keluar kerja setelah sembuh. Padahal, padahal.. Padahal ajal kan memutuskan smua angan, padahal Allah sudah mempunyai rencana lain..
Seminggu berlalu sejak kematiannya. Sedang apa kau disana Teman?. Ada duka dihati kami. Entah knapa kerap kali kuingat gerak gerik tubuhnya, gelagat dan perawakannya. Selamat jalan teman, sahabat. Smoga Allah mnrimamu, smoga dilapangkan kuburmu, diganti teman dan kluarga dengan teman dan kluarga disana yg jauh lebih baik. Semoga Allah meridhai ruhmu.. Masdal, perjalananmu sudah usai. Tinggal kami disini yang masih diberi kepercayaan untuk melanjutkan hidup, melanjutkan perjuangan menuju ridha dan syurga-Nya. Ya Allah, berilah kami hidayah dan istiqamah senantiasa..
Masih jelas terbayang sosoknya ketika mengambil wudhu lalu kemudian sholat tepat waktu di salah satu sudut warnet. Aku tahu, engkau salah satu perindu syurga..
  indah, adalah kenangan bergelayutan di daun yang berlapis debu knalpot tak lagi jernih walau embun menjilatnya tetapi tetap saja kupetik, mencari harap yang terserak.
jalan kedepan, masih panjang terlalu lelah tuk dibayangkan maka tersenyumlah wahai kawan yang tak lagi berada disisi atau yang tak lagi mau menemani.
ini adalah kesunyian seperti nyanyian tanpa kata, tanpa nada aroma keringat dan kematian begitu menyengat dan seperti katamu, tak ada yang layak, tak ada yang berharga.
aku jenuh kawan, biarkan aku sejenak diam dan sendiri.  Alhamdulillah, tlah lahir putri pertama kami,
Alima Putri Arvenda
Pada Hari Ahad, 27 Mei 2007, pukul 03.30 WIB di RS Bersalin Al Islam Awibitung, Jl. Jembar Cicadas Bandung
It's a miracle ... :):):)  Malam pekat, kadang rintik hujan terdengar menjatuhi genting, satu satu.. Penat seharian dalam aktivitas yang dari waktu lalu hanya itu dan itu, menjadi lumer dalam pelukan. Kelopak mata istriku masih saja kerejep-kerejep, "Belum tidur juga ya?" "Susah A' ..." jemari yg lebih mungil dari jari-jariku itu sedikit mengucek matanya sendiri. "Aa cerita aja.. pengantar tidur.." "Ok.." kucoba mulai berkisah. "Dahulu kala, ada seorang nenek yang mempunyai cucu seorang putri raja, di malam hari putri itu tak bisa tidur. Demi membuat tidur sang putri, neneknya itu mencoba mendongeng untuknya. Dia mulai bercerita... Dahulu kala, ada seorang nenek yang mempunyai cucu seorang putri raja, di malam hari putri itu tak bisa tidur. Demi membuat tidur sang putri, neneknya itu mencoba mendongeng untuknya. Dia mulai bercerita..." Bukannya tidur, istriku malah mencoba menjitak kepalaku. Hmm.. apa atuh ya? dari tadi pikiranku hanya muter-muter tentang buku yang ku baca, artikel-artikel di internet... eh, tunggu, ada satu kisah yang tadi sempat ku baca di MP temenku*. "Dulu jamannya orang-orang sholeh, ada keluarga-keluarga da'wah yang anak-anak mereka hapal Qur'an sejak kecil, padahal orang tua mereka tidak sehebat itu. Pengen tahu kenapa ...?" Menyebalkan. Dengkuran halus istriku membuatku menghentikan cerita itu. Sayu, kulihat matanya yg terpejam dengan tenang. Makasih Sayang, karena telah menemaniku hari ini, karena telah mnjadi istriku... Langit-langit kamar tampak buram karena lampu yang tak terlalu terang. Dan otakku, masih saja berputar-putar tentang isi buku kumpulan Ust. Anis Matta, tentang rubrik fiqh di Eramuslim.com, tentang ini, tentang itu, tentang.... Aarrghh.. mataku tak juga bisa terpejam! * http://bangdha.multiply.com/reviews/item/23  Bismillah ...
"Yang, Aa tadi baca di situs halal MUI* klo kapsul itu bisa jadi dari gelatin babi lhoh...!", istriku diam, aku tahu dia menyimak. ".. apalagi yang kapsul lunak.." Sore yang cerah, istriku yg makin berat dengan kehamilannya, duduk dengan manis di boncengan motor yg belum juga lunas kreditannya. Seperti sore kemarin dan kemarin, aku menjemput istri pulang kerja.
Melihat wajahnya yang jadi aneh ketika minum obat kapsul tanpa cangkangnya, membuatku meringis. Diubek diatas sendok teh pake air, tetep ga nyampur. Abis gimana lagi Yang, daripada minum yg syubhat? Sebisa kita lah menjauhinya :( Hanya softgel yg kuning yg tetap dia makan spt biasa. Sebelumnya aku dah SMS dokter yang kasih resep itu dan menurut beliau, di brosur kapsul lunak itu disebutkan klo bahannya gelatin sapi, bukan yang lain.
Sebelumnya, aku dah kontak temen yg kerja di Farmasi. Katanya memang bahan dasar cangkang kapsul, apalagi kapsul lunak, berasal dari tulang sapi atau babi. Hue.. ribet juga ya..
Menjelang maghrib, istriku kembali merasakan gerakan2 yang makin keras dari si calon orok. Melihatnya menahan sambil istighfar atau takbir, membuatku tak bisa bicara..
Semoga dikuatkan, dimudahkan, slalu dalam perlindungan dan kasih sayang-Nya :) Allaahumma amien..
* www.halalguide.info   Bismillah...
Wow, kehamilan istriku trnyata dah gede! Ga brasa waktu tau2 dah 8 bulan :( Jadi deh tadi pagi kita jalan-jalan memutari kampungku, karena mnurut Mbak Hanum (wehe maap Mbak lupa blognya dimana, jd tak ku link:P) dan Bidan mesti banyak jalan, tuk mpermudah lahiran, mnguatkan tnaga dan mnormalkan tensi darah.
Hue.. dah lama trnyata aku tak jalan bareng istri. Padahal Allah SWT dan Rasul-Nya saw. tlah menitipkan si dia tuk ku dampingi dlm hidup ini. Sringkali yg kita dengar bahwa istri mesti slalu patuh pada misua, tapi kok jarang ya org sebut klo suami tuh mesti baik2in istri sbaik2nya. Aku lupa teks haditsnya, kira2 bgini: "Mukmin yg paling sempurna imannya adalah yg paling baik akhlaknya, dan aku (Nabi saw) adalah yg paling baik akhlaknya pada istri...." bener ga tuh isinya? hehe.. maap lagi males cari sumber aselina :P
Jadi, jgn kesel klo istri lagi males bikinin teh, ya bikin sndiri dunks! Klo istri lagi cape pulang kerja + hamil lagi n susah senyum, ya bikin aja senyum dgn canda2 kita. Klo lg jauh, sms lah ato telpon. Yg pacaran aja bisa romantis n mesra2an gt, masa yg dah halal dan brnilai ibadah kita (baca: aku) ga mau mlakukannya?. Lagi bete ma dia, cari deh moment ato cara biar bisa cair lagi. Pulang ke rumah gandeng lengannya, cium punggung tangannya, spt org yg lagi merayu kekasihnya. Haha... lalu, jitak dikit :P
Jadi.. istriku, maapin aku yg slalu mbuatmu trtawa stiap hari. halagh.. Uhibbuki fillah ....   Bismillah..
Jumat lagi.. ga trasa waktu bgitu cepat brlalu.. oh angin, ... halagh kok jd puitis. Jumat pagi ini, seperti jumat pagi dalam setahun ini, mesti pagi2 pergi ngajar ke Ma'had. Hehe.. jangan dulu ngbayangin klo yg ku tuju adalah skul yg guede dgn fasilitas kumplit. Bukan, ini mah hanya sewujud bangunan petak berlantai dua berupa madrasah sahaja. Disana ada anak smp hingga smu yg belajar, karena mereka trgolong tak mampu maka tak dipungut biaya sedikitpun. Ntar deh aku crita creti lagi ttg ma'had yg dikelola orang muda ini ;).
Mengajar apakah diriku disana? trnyata bukan quran bukan bhs arab, bukan sulap bukan sihir, aku ngajar silat! Wekeke.. silat dari Hongkong?? secara blom pernah skalipun aku masuk paguron silat manapun. Asalnya sih krn disana ga ada yg mrasa mampu ngajar olahraga palagi silat, jd deh daku guru cabutan. Dan pagi tadi, anak2 dah mulai masuk jurus2 ketangkasan yg lumayan sulit buat anak udah gede mah. Emang sih critanya yg diajar tuh anak smu kls 1, tapi usianya dah pantes kuliah tk 1 kekeke.
Ngajarin loncat ikan aja ujubuneng susahnye, dari sekian murid cuma 3 an yg bisa n lumayan good. Bregh -Euh, gimana sih nulisnya?- juga hese ngajarinnya, dah pada ketuaan si. Palagi split, ampyun dah jauhnya. Blon salto tegak depan, baling2, back salto dll.. Bentar.. emang aku bisa smua itu??!?!?! Wakakaka! itu dia, tak semua ku bisa :D:D:D Garink ya? Dan -dgn trsipu malu- ku akui itu didepan mereka. Bilang aja aku ga bisa split, pdhl dah blajar dr SD. Bregh ga sempurna, pdhl ku coba trus. Dan tiap orang punya fisiologi yg beda, yg penting kita mampukan ke batas optimalnya. Yang penting coba dan coba, belajar dan belajar!.
Yang penting mereka bisa. Jangan hanya karena gurunya ga bisa lalu merekapun mewarisi ketidak-bisaan gurunya. Jangan sampeee! Yupe. Sebenernya aku bukan guru mereka, tapi hanya pengarah saja. Pengen banyak crita sebenrnya ttg anak2 ini, ttg Mughni yg jago bgt aplikasi jurusnya di pertarungan, ttg Da2n yg smanget blajarnya, Kiki yg gede nyalinya, yg Gun2 dan Adam, Ade dan Hamdan, dan Arman dkk dll ... Mereka punya kecenderungan jurus masing2, dan aku tak mau memplot mereka dalam jurus yg biasa ku pake. Biar saja mereka dalam optimalisasi potensi (kesenderungan fisik) mereka.
Cokot nu hadena, piceun nu gorengna. Ambil yg bagusnya buang yg jeleknya. Gitu deh konsep blajarnya. Jgn sampe ortu ato guru merasa rendah krn murid ato anak mereka lebih pinter dari mereka. Jgn sampe guru ato ortu mewariskan kelemahan dan kekurangan mereka pada generasi selanjutnya. Butuh keikhlasan memang, bukankah itu niat yg mesti kita pancangkan?   Bismillah..
Nyaris tiap hari aku lewat perempatan kircon antapani. Di lampu merah ini selalu saja ada anjal (bukan, bukan anak jalan-jalan kyk abg skrg, tapi anak jalanan). Menurut cerita temenku, mereka itu dapet duit sehari kotornya bisa sampe 200rb lho! Bersihnya dapet 50rb an lah. Wehehe.. silahkan gigit sendal bagi karyawan yang cuma digaji dibawah 1jt an / bulan :P.
Ada lagi hal yg cukup mnarik perhatian di perempatan ini. Attitude para pengendara motor dan sopir angkot. Aneh deh, mereka itu ga saling kenal tapi suka kompakan. Terutama ketika ga ada polisi, pas lampu merah masih menyala tapi dari arah jalan yg kanan dah ga ada mobil lewat, langsungg brrreeemmm.... tembus deh lampu merahnya. Dan nyaris smua pengendara kompakan melajukan kendaraannya seperti itu.
Akhwat, temenku, seorang pengendara motor yang patuh dan berbudi. Dia tak mau melewati zebra cross atau naek ke trotoar jika macet, melanggar hak orang lain katanya. Tapi apanyana, di perempatan itu dia menjadi bulan-bulanan klakson pengendara yang lain karena ga mau maju padahal lampu masih merah. Ternyata menjadi yang benar dan baik itu tak selalu disukai hihi..
Sekali lagi dapet pelajaran, dalam kondisi yg khusus, tak selamanya pendapat yg dianut mayoritas orang itu baik, walaupun mereka tahu kalau pendapat tersebut itu salah :D Dah ah.. log out.   Jengah, bahkan angin pun enggan mendinginkan malam ini Gelisah dalam bejana keterasingan Aku merasa sendiri Dinding kamar begitu diam Tak ada suara atau canda cicak berdua Hanya buram Lampu kuning berpendar yang membuatnya Di sudut ini aku termangu pada detak waktu yang dengan kejam melaju Malam ini adalah batas dan peluh tetap saja berasa hambar *Cup "Met milad Aa ..!" Aku tak sendiri, Disetiap padang pasir selalu ada oase. *makasih ibu, istri, bunda, dini, euis, anto lq; yg duluan ngingetin klo aku dah 30 thn, tua kalee..!  | Category: | Movies | | Genre: | Action & Adventure |
Pertama tahu film ini dari forum anak2 martial arts. Jadi penasaran deh, cari di tukang dvd bajakan n dapet hehe.. abis yg ada bajakan siy, ga ada originalan. (padahal klo ada yg ori jg teuteup aja bli yg bajakan)
Pas lihat pemainnya: Simon Yam, Sammo Hung, Donnie Yen!! Waks! orang2 yg suka beladiri pasti stuju klo gerakan Donnie top bgt! En bener aja, tiap adegan pertarungan Yen enak dilihat. keren abis. Pantes aja, emang dia koreografernya kok. Pake mix martial arts pula, beberapa teknik jiujitsu sampe masuk film ini, padahal basic dia khan standing fight / wushu. Variasi jurusnya mantab boo! Banyak darah juga sih, ati2 bagi yg kurang suka, merem aja. Apalagi pas lawan tangan kanan si Boss, pake katana pendek. Wedew.. darah muncrat2 hue..
Paling yg kurang kusuka, di film ini kering dari muatan filosofis ttg ke-beladiri-an. Yang ada cuma pertarungan antara polisi yg frustasi vs. penjahat gangster. Eniwei.. nikmati aja deh.. emang cuma pengen nonton gerakan2 mantab-nya si Donnie kok.   | Category: | Books | | Genre: | Arts & Photography | | Author: | e-mail - fwd |
Katanya sih ini bocoran cover edisi perdana Playboy Indonesia, dari imel temen. Makasih Ntrie :) Hmmm... klo gini sih kayaknya gak bakalan terlalu banyak yang pro dan kontra, hehe.. ( Sambil tetep berdoa agar Playboy gak terbit.. amien.. Kecuali jika isinya diganti, bertema para playboy yang taubat dan gambar2 tengahnya tentang keajaiban alam dengan ulasan dari karya Harun Yahya. Hehe.. makin ngelantur.. ) | Category: | Books | | Genre: | Romance | | Author: | Habiburrahman El Shirazy |
 Jangan harap menemukan review novel yang kemarin sempat menjadi fenomenal itu disini. Maap-maap aje yee.. Aku cuma ingin menuliskan sedikit yang kurasakan ketika membaca novelnya Kang Abik yang pernah dimuat bersambung di Koran Republika dan kemudian diterbitkan oleh koran yang sama ini. Bandrolnya sih 40 ribu tapi dapet diskon jadi 32 ribu. Kubeli tuk anak kakak sepupuku yang ulang tahun, dan ternyata dia suka - alhamdulillah - padahal anaknya gaul lho. Lalu darimana aku baca ini novel? Perpus sekolah! dan itupun mencuri-curi waktu ketika jam istirahat. Tahukah apa yang terjadi ketika aku membacanya? Menangis! Hampir saja wibawaku turun gara-gara ini hehe.. menitikkan air mata gara-gara baca novel di tempat umum?! please dech!Hatiku gerimis bukan semata karena ceritanya yang banyak kejutan-kejutan dan roman, tapi lebih kapada kondisi Fahri, sang tokoh utama, yang tadinya begitu hidup dalam benakku sewaktu kuliah tingkat awal dulu. Melanjutkan kuliah di Al-Azhar Kairo, Ummul Qura Mekkah atau Islamic University of Madinah. Waduh! itu kan cita-citaku dulu. Dapet beasiswa, sebagian dikirim ke ibu dan ua di Bandung. Pulang paling 6 bulan atau satu tahun sekali. Merasakan teriknya gurun, berpusing-pusing belajar Bahasa Al-Qur'an, tahfizh kitab suci dan hadits, ibadah haji gratis, menjadi musafir di negeri para Nabi. Wah.. indah banget gitu lhoh! Semua surat pengajuan beasiswa sudah kuurus, akte kelahiran, SKKB, ijazah, CV, rekomendasi 2 lembaga Islam beres diterjemahkan ke Bahasa Arab oleh penterjemah resmi, hue.. lumayan mahal.. Dan, .. akhirnya kabar itu kuterima. Mulai tahun itu lembaga universitas yang bersangkutan tidak lagi menerima lewat jalur rekomendasi lembaga, tetapi lewat test seleksi yang ketat. Waah... hancur hatiku... mana bisa dengan IP pas-pasan bisa lolos? hapalan Qur'an yang jelek, bahasa Arab yang ancur. Andalanku hanya koneksi dari lembaga itu.. hue.. padahal di lembaga Dewan Dakwah aku pun kudu bolak balik, dapet rekomendasinya gak gampang maan... belum lagi di test ngobrol bahasa Arab. Bolak-balik ke kantornya di Bandung, nyari channel lewat temen, bolak-balik pula ke Jakarta, ngabisin duit banyak, mana sendirian lagi. Akhirnya kandas dengan sukses... Mungkin memang aku yang mudah menyerah hingga akhirnya cita-cita itu gagal, atau mungkin juga karena restu ibu yang berat melepas anaknya pergi jauh. Entahlah.. yang jelas keinginan yang dulu kuat banget itu kini perlahan makin sirna. Dan Novel itu.. membuat bayangan-bayangan yang dulu kuimpikan kembali terkuak. Yah.. takdir atau nasib ku tak tahu. Hanya harapku semoga Allah mengampuni jika didalamnya ada khilaf dan kelemahanku yang malah menjauhkan dari-Nya. Insya Allah suatu hari nanti aku akan disana, menatap gunung berbatu di Mina dari atas atap bis, menapaki jalan setapak Gua Hira, thawaf keliling baitullah. Mungkin, menikmati panorama sungai Nil, menelusuri Alexandria, bercengkrama dengan mahasiswa di Kedutaan Indonesia. Terima kasih Kang Abik (hehe.. sok akrab) Novel yang bagus memang, dan buatku mengembalikan memori indah yang dulu sempat terpatri, tentang rencana hidup dan cita yang tak sempat terwujud.
| |