Link: http://peduli.multiply.com/journal/item/82


Binar mata Asiah memancarkan sebuah harapan yang tak mampu terlukiskan secara jelas. Namun siapa pun yang melihatnya akan mampu mengambil kesimpulan secara cepat, bahwa gadis kecil itu sangat ingin bersekolah. Setiap hari, Asiah selalu menyempatkan diri memandangi gedung Sekolah Dasar Negeri (SDN) 01 Perumnas Tangerang yang tak jauh dari tempat tinggalnya. Dan nyatanya, memang hanya sebatas pagar sekolah yang mampu disinggahinya, padahal anak-anak lain seusianya sudah duduk di bangku kelas 4 sekolah dasar.

Ketika usianya baru empat tahun, Ayahnya meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan. Sementara ibunya sudah terlebih dulu dipanggil Allah SWT saat melahirkan si kecil Asiah. Kini Asiah hanya tinggal bersama kakak dan pamannya yang belum sanggup memasukkan Asiah ke sekolah. “bukan cuma biaya masuk sekolah, untuk buku dan peralatan sekolah pun kami belum sanggup. Semoga Asiah bisa mengerti…,” terang Sardi, paman Asiah yang bekerja serabutan.
(edited..)

Sebuah survey yang dilakukan Taylor Nelson Soffres, perusahaan penelitian pasar terkemuka terhadap rumah tangga-rumah tangga miskin yang mempunyai anak-anak usia SLTP, menjelaskan data-data sebagai berikut;

- 19% anak usia sekolah di bawah 15 tahun tidak bersekolah

- Biaya rata-rata untuk menyekolahkan satu anak di SD dan satu anak di SMP untuk satu tahun, termasuk biaya transpor dan seragam, bisa sama dengan 2 bulan upah minimum provinsi.

- 71% responden yang mempunyai anak tidak sekolah menyebut biaya sekolah sebagai faktor utama.

- Hanya 50% responden mengetahui kebijakan pemerintah Indonesia mengenai wajib pendidikan dasar 9 tahun. 39% menyangka bahwa wajib pendidikan dasar adalah 6 tahun.

- Meskipun diakui adanya faktor biaya pendidikan yang tidak terjangkau, terdapat komitmen orangtua yang tinggi terhadap pendidikan. Ini menunjukkan bahwa bila masalah biaya dapat diatasi, partisipasi pendidikan akan meningkat.

Dari hasil survei tersebut bisa dilihat bahwa biaya sekolah yang semakin mahal menjadi kendala utama meningkatnya jumlah anak-anak yang tidak sekolah atau putus sekolah. Namun terlihat pula semangat yang menggembirakan bahwa terdapat komitmen yang tinggi dari para orangtua terhadap pendidikan. Partisipasi masyarakat akan masalah-masalah yang berkenaan dengan pendidikan, utamanya pada masalah biaya, sekiranya dapat mengatasi masalah pendidikan di negeri ini.

Indonesia Sekolah; Sebuah Ajakan untuk Negeri

Sebuah gambaran yang cukup mengiris hati, tentu masih ingat kasus Haryanto (12 tahun) di Garut, Jawa Barat, yang melakukan upaya bunuh diri lantaran malu orangtuanya tidak mampu membayar uang SPP. Sementara di berbagai kota lainnya, para orangtua berlomba-lomba memasukkan anak mereka ke sekolah-sekolah mahal dengan biaya mencapai belasan bahkan puluhan juta rupiah.

ACT - Aksi Cepat Tanggap, sebagai lembaga kemanusiaan yang menaruh concern pada persoalan kemanusiaan secara umum –tak hanya bencana- melaunch program INDONESIA SEKOLAH sebagai bentuk kepedulian bersama akan masa depan bangsa. Program ini diharapkan mampu menggugah nurani masyarakat Indonesia untuk bersama-sama memajukan pendidikan sekaligus menjadi program berkelanjutan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

Program INDONESIA SEKOLAH merupakan sebuah visi program strategis ACT, bahwa “tidak ada anak Indonesia yang tidak sekolah” di masa yang akan datang. Sebuah visi yang hanya bisa dicapai dengan keterlibatan semua pihak tanpa kecuali. Sebuah ajakan yang tak kalah pentingnya, mari kita teriakkan bersama, “INDONESIA SEKOLAH”.

***

Tulisan ini dibuat sebagai bagian dari Soft Launching Program "INDONESIA SEKOLAH". Salurkan bantuan Anda melalui rekening;

- Bank Central Asia Acc. No. 676 030 3133 (Swift Code: Cenaidja)
- Bank Syariah Mandiri Acc. No. 004 011 9999
- Bank Mandiri Acc. No. 128 000 4555 808
- Bank Muamalat Indonesia Acc. No. 304 0022 915
- Bank Negara Indonesia Syariah Acc. No. 009 611 0239
Info: 021-7414482 ext. 121 (Bayu Gawtama)
Email: info@aksicepattanggap.com
Website : www.aksicepattanggap.com

# Suatu kehormatan bagi kami andaikata tulisan ini bisa dilink atau disebarkan ke rekan yang lain :)


tehtina wrote on Jun 27, '07
Makasih linknya kang !!
peduli wrote on Jun 27, '07
Matur suwun atas link-nya ya kang :)
arvenda wrote on Jun 27, '07
saya makasih juga ahhh... :P
Comment deleted at the request of the thread owner.
Comment deleted at the request of the thread owner.
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help