Klik²

LinkBerita Duka Di Siang BolongJul 3, '08 1:32 AM
for everyone
Link: http://lenijuwita.multiply.com/

Choose to be happy.

Begitu yg beliau motto-kan di blognya. Blog yg penuh warna, membuatku merasa bahwa dunia begitu hidup, indah, penuh semangat.
Pernah beliau berkata padaku klo kagum ma orang-orang muda yg begitu semangat mengisi hidupnya dengan hal2 yg baik.
Dan Anne, putrinya yg 2 tahun lalu pernah dekat, sebagai wali kelasnya di kls 2 SD. Anak yang pendiam dan manis. Pelita hidup tuk ibunya.
Membuatku lagi-lagi ingin menangis.

Ya. Menangis.
"Pak Arie damang? emut ka abdi? (apa kabar? masih iengt ke saya?)" sapa telpon ke HP ku dari teman lama yg masih mengajar di sekolah dulu.
"Alhamdulillah, kumaha Pak Iwan?" surprise juga dapet telpon dari dia, setelah 2 thn tak berjumpa.
"Pak Arie sudah tau soal ibunya Anne, Bu Leni?"

"Oh Bu Leni.. ada apa gitu Pak?" jawabku datar, mungkin beliau mau syukuran akan beres sidang S2/S3 nya, aku lupa.
"Bu Leni wafat Pak...!"
"MASYA ALLAH!!!" petir di siang bolong, ga pernah kuduga sama sekali. tidak sekalipun yg kuduga hal itu yg akan dia kabarkan.

Usia memang rahasia Allah.
Beliau wafat mendadak selepas kerja. Kecapean kabarnya, lalu pingsan, dan kemudian wafat tanpa sempat dibawa ke rumah sakit.

Ahad kemarin kejadian itu, tetapi sampai kini masih saja terenyuh hati ini. Cita-citanya, harapan2nya untuk putrinya, semangatnya untuk mengisi hidup.
Masih ingin aku mengenalmu dan berbincang lagi, jika saja waktu itu masih tersisa.
Hadiah pernikahan sajadah masih bagus dikenakan istriku. Terima kasih Bu, bukan hanya karena hadiah itu, tapi atas segalanya.

Semoga amal baikmu diterima Allah, semoga khilaf dan salahmu diampuni-Nya. Semoga al-Fatihah dan do'a dapat sampai di tempatmu kini.
Kami sungguh kehilangan.



Tak bosan aku menulis tentang kematian seseorang, walau sedikit, mungkin sampai tak bisa menulis lagi, karena aku tak bisa menulis kematianku sendiri suatu saat nanti.
baca juga: Blog Yg Menjadi Nisan dan Selamat Jalan Sahabat Kami.



Link(Sedikit) Antara Pemilu Kini dan IslamFeb 27, '08 3:01 AM
for everyone
Link: http://www.eramuslim.com/ustadz/eki/8226062947-pendanaan-dalam-pilkada...


Seharusnya dalam Islam untuk menjadi pimpinan tidak ditentukan berdasarkan berapa uang yang dimiliki. Sayangnya, kita sekarang hidup di zaman yang apa-apa serba uang, sehingga untuk menjadi pimpinan pun harus pakai uang.

Logika pejabat harus punya uang ini sebenarnya logika yahudi. Dahulu ketika bangsa yahudi minta kepada Allah agar di antara mereka ada yang dijadikan raja (penguasa), maka ketika Allah sudah tentukan, rupanya orangnya tidak seperti yang mereka bayangkan. Ternyata dia miskin tidak punya uang.

Dalam logika yahudi, bagaimana mungkin orang miskin tak beruang bisa jadi penguasa.

Nabi mereka mengatakan kepada mereka, "Sesungguhnya Allah telah mengangkat Thalut menjadi rajamu." Mereka menjawab, "Bagaimana Thalut memerintah kami, padahal kami lebih berhak mengendalikan pemerintahan daripadanya, sedang diapun tidak diberi kekayaan yang cukup banyak?" Nabi berkata, "Sesungguhnya Allah telah memilih rajamu dan menganugerahinya ilmu yang luas dan tubuh yang perkasa." Allah memberikan pemerintahan kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Luas pemberian-Nya lagi Maha Mengetahui.(QS. Al-Baqarah: 247)

Kelemahan sistem ini adalah tiap pejabat akan selalu dalam keadaan berhutang dan berpikir bagaimana bisa membayar hutang-hutangnya itu. Sayangnya, yang terjadi lebih terjadi adalah kongkalikong antara pejabat dan penguasaha. Sang pejabat merasa berhutang kepada pengusaha, maka apa pun yang diminta oleh si penguasaha, si pejabat pun akan berupaya meluluskannya. Bahkan meski terkadang tidak masuk akal atau merugikan masyarakat.

Di masa khilafah Islamiyah rasyidah, ketika Abu Bakar, Umar, Ustman dan Ali menjadi khalifah, tidak ada sedikit pun biaya yang dibutuhkan. Sebab kriteria pemimpin di masa itu adalah murni pemimpin, yaitu orang yang paling bertaqwa, paling mengerti Al-Quran, paling mengerti sunnah dan paling faqih dalam urusan mengatur umat. Aklamasi para shahabat memilih para khulafa' rasyidah itu kini sudah tinggal sejarah.

Karena itu kalau pun kita harus masuk ke dalam sistem jahiliyah ini, pastikan bahwa si pengusaha yang akan jadi sponsor dalam pilkada tidak akan minta macam-macam, yang sekiranya akan merugikan rakyat.

Malah kami berpikir, kalau memang hukum dan penegakannya hanya bisa didapat lewat menjadikan salah seorang kader muslim ini menjadi pejabat di suatu tempat, biayailah dari dana sedekah (baitulmal) yang tidak mengikat. Sedekah itu bisa dikumpulkan oleh umat Islam yang prihatin dengan keadaan negara dan para pejabatnya yang carut marut, lalu dengan rasa tsiqah dan amanah, dana yang dikumpulkan oleh umat itu dijadikan sebagai biaya untuk kampanye dan lain sebagainya.

Maka si pejabat ini pun tidak punya hutang apa-apa dengan para pengusaha, yang umumnya jarang yang bermoral. Toh si pejabat itu naik ke pentas kekuasaan dengan uang sedekah umat Islam yang berpatungan bahu membahu demi tegaknya sistem yang bersih.

Tentu saja si pejabat juga harus tahu diri, bahwa dirinya bukanlah penguasa selamanya. Kalau umumnya rakyat masih harus antri minyak tanah, maka alangkah indahnya kalau isteri si pejabat ini pun ikut juga antri minyak tanah. Kalau rakyat masih naik kereta api kambing, maka pejabat ini pun juga harus naik kereta kambing itu.

Jangan sampai rakyat hidup susah, tapi pejabatnya enak-enakan menginap di hotel berbintang, padahal duit dari hasil memeras keringat rakyat. Pejabat ini harus berpikir bahwa dirinya dan kedudukannya adalah waqaf di jalan dakwah. Semua dibiayai oleh dana sedekah umat Islam. Maka semua itu nanti akan ditanya dan dipertanggung-jawabkan di akhirat.

kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (QS. At-Takatsur: 8)

Bukankah khalifah Umar bin al-Khattab sekalipun hanya tertidur di atas tanah di bawah pohon? Beliau tidak punya istana, apalagi pengawal. Tapi kesaksian seorang utusan Romawi tatkala melihatnya tidur di bawah pohon tanpa pengawalan sangat menarik kita ingat: 'Adalta fa amanta fa nimta" Kamu telah berlaku adil, maka kamu aman dan kamu bisa nyenyak tidur."

Bukankah dahulu Umar bin Abdul Aziz telah menjual semua kereta kuda kerajaan yang konon terbuat dari emas, sebagai fasilitas yang disediakan negara untuk sang khalifah. Hasil penjualannya diserahkan kepada baitulmal.

Maka nanti kalau anda sudah jadi pejabat, pastikan anda tidak naik mobil kecuali yang paling murah, tanpa AC, dan mobil bekas. Karena rakyat anda umumnya malah masih berjalan kaki atau menggenjot sepeda.

Pastikan anda tidak menghabiskan uang rakyat sekedar untuk membeli safari dan jas, sebab khalifah Umar bin Al-Khattab hanya punya 1 potong baju yang tambalannya 40 buah, padahal luas wilayah kekuasaannya meliputi 3 imperium dunia.

Pastikan anda tidak tinggal di rumah dinas yang dibangun dengan uang rakyat, sementara masih ada gelandangan yang tidur beratapkan langit dan beralaskan bumi.

Pastikan anda tidak tidur di waktu malam kecuali rakyat anda semua telah kenyang. Sebab khalifah Umar tidak pernah tidur di waktu malam, kecuali beliau telah pastikan semua rakyatnya tidak ada yang kelaparan malam itu.

Dahulu khalifah Umar naik unta bergantian dengan pembantunya ketika berangkat ke Palestina untuk menerima kunci Baitul Maqdis, sehingga ketika sampai di pintu gerbang negeri itu, orang-orang malah mengelu-elukan pembantunya, yang kebetulan sedang dapat giliran naik unta dan Umar yang menuntunnya.

Ketika Hasan Al-Banna bepergian untuk berdakwah, konon ada orang yang mengenalinya naik kereta kelas tiga. Sebagai pemimpin tertinggi jamaah Islam terbesar di dunia, rasanya kurang pantas kalau tokoh itu naik kereta kelas kambing. Ada orang bertanya, mengapa naik kelas 3? Beliau hanya tersenyum dan menjawab, karena tidak ada kelas yang lebih rendah lagi.

Yang diperlukan pada hari ini untuk menjadi pejabat bukan program aneh-aneh, rencana yang muluk-muluk. Tapi yang dibutuhkan adalah kesederhanaan, kebersahajaan, keikhlasan dan juga persamaan derajat dengan nasib rakyat yang paling bawah.

Kalau belum bisa mensejahterakan rakyat, maka janganlah hidup dengan gaya sejahtera sendirian. Tapi tanggalkan semua kemewahan dan hiduplah bersahaja seperti rakyat.


*(Selanjutnya baca sendiri di link tersebut hehe..)


Link: http://peduli.multiply.com/journal/item/82


Binar mata Asiah memancarkan sebuah harapan yang tak mampu terlukiskan secara jelas. Namun siapa pun yang melihatnya akan mampu mengambil kesimpulan secara cepat, bahwa gadis kecil itu sangat ingin bersekolah. Setiap hari, Asiah selalu menyempatkan diri memandangi gedung Sekolah Dasar Negeri (SDN) 01 Perumnas Tangerang yang tak jauh dari tempat tinggalnya. Dan nyatanya, memang hanya sebatas pagar sekolah yang mampu disinggahinya, padahal anak-anak lain seusianya sudah duduk di bangku kelas 4 sekolah dasar.

Ketika usianya baru empat tahun, Ayahnya meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan. Sementara ibunya sudah terlebih dulu dipanggil Allah SWT saat melahirkan si kecil Asiah. Kini Asiah hanya tinggal bersama kakak dan pamannya yang belum sanggup memasukkan Asiah ke sekolah. “bukan cuma biaya masuk sekolah, untuk buku dan peralatan sekolah pun kami belum sanggup. Semoga Asiah bisa mengerti…,” terang Sardi, paman Asiah yang bekerja serabutan.
(edited..)

Sebuah survey yang dilakukan Taylor Nelson Soffres, perusahaan penelitian pasar terkemuka terhadap rumah tangga-rumah tangga miskin yang mempunyai anak-anak usia SLTP, menjelaskan data-data sebagai berikut;

- 19% anak usia sekolah di bawah 15 tahun tidak bersekolah

- Biaya rata-rata untuk menyekolahkan satu anak di SD dan satu anak di SMP untuk satu tahun, termasuk biaya transpor dan seragam, bisa sama dengan 2 bulan upah minimum provinsi.

- 71% responden yang mempunyai anak tidak sekolah menyebut biaya sekolah sebagai faktor utama.

- Hanya 50% responden mengetahui kebijakan pemerintah Indonesia mengenai wajib pendidikan dasar 9 tahun. 39% menyangka bahwa wajib pendidikan dasar adalah 6 tahun.

- Meskipun diakui adanya faktor biaya pendidikan yang tidak terjangkau, terdapat komitmen orangtua yang tinggi terhadap pendidikan. Ini menunjukkan bahwa bila masalah biaya dapat diatasi, partisipasi pendidikan akan meningkat.

Dari hasil survei tersebut bisa dilihat bahwa biaya sekolah yang semakin mahal menjadi kendala utama meningkatnya jumlah anak-anak yang tidak sekolah atau putus sekolah. Namun terlihat pula semangat yang menggembirakan bahwa terdapat komitmen yang tinggi dari para orangtua terhadap pendidikan. Partisipasi masyarakat akan masalah-masalah yang berkenaan dengan pendidikan, utamanya pada masalah biaya, sekiranya dapat mengatasi masalah pendidikan di negeri ini.

Indonesia Sekolah; Sebuah Ajakan untuk Negeri

Sebuah gambaran yang cukup mengiris hati, tentu masih ingat kasus Haryanto (12 tahun) di Garut, Jawa Barat, yang melakukan upaya bunuh diri lantaran malu orangtuanya tidak mampu membayar uang SPP. Sementara di berbagai kota lainnya, para orangtua berlomba-lomba memasukkan anak mereka ke sekolah-sekolah mahal dengan biaya mencapai belasan bahkan puluhan juta rupiah.

ACT - Aksi Cepat Tanggap, sebagai lembaga kemanusiaan yang menaruh concern pada persoalan kemanusiaan secara umum –tak hanya bencana- melaunch program INDONESIA SEKOLAH sebagai bentuk kepedulian bersama akan masa depan bangsa. Program ini diharapkan mampu menggugah nurani masyarakat Indonesia untuk bersama-sama memajukan pendidikan sekaligus menjadi program berkelanjutan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

Program INDONESIA SEKOLAH merupakan sebuah visi program strategis ACT, bahwa “tidak ada anak Indonesia yang tidak sekolah” di masa yang akan datang. Sebuah visi yang hanya bisa dicapai dengan keterlibatan semua pihak tanpa kecuali. Sebuah ajakan yang tak kalah pentingnya, mari kita teriakkan bersama, “INDONESIA SEKOLAH”.

***

Tulisan ini dibuat sebagai bagian dari Soft Launching Program "INDONESIA SEKOLAH". Salurkan bantuan Anda melalui rekening;

- Bank Central Asia Acc. No. 676 030 3133 (Swift Code: Cenaidja)
- Bank Syariah Mandiri Acc. No. 004 011 9999
- Bank Mandiri Acc. No. 128 000 4555 808
- Bank Muamalat Indonesia Acc. No. 304 0022 915
- Bank Negara Indonesia Syariah Acc. No. 009 611 0239
Info: 021-7414482 ext. 121 (Bayu Gawtama)
Email: info@aksicepattanggap.com
Website : www.aksicepattanggap.com

# Suatu kehormatan bagi kami andaikata tulisan ini bisa dilink atau disebarkan ke rekan yang lain :)


LinkdakwatunaMay 8, '07 12:27 AM
for everyone
Link: http://www.dakwatuna.com

Mo blajar Islam lebih dalem?
knapa ga di dakwatuna.com ?

ga bisa banyak komen, krn saking banyaknya yg pengen kubaca disini :D
sok ajalah klik-klik :)


LinkHakikat Kehidupan DuniaDec 1, '06 10:27 AM
for everyone
Link: http://www.harunyahya.com/indo/site/kehidupan/index.html

Link baru yang terdapat dalam situs Om Harun Yahya, maksudnya.. akunya aja yg baru buka lagi situs ini, taunya.. eehh!?! ada Link baru lhoooh!! huehue...

Asik juga nih, - seperti juga web2 desain harun yahya yg lain - lay out web ini bikin mata ga bosenin, banyak animasi flashnya lagi. Bagi yg internetnya lelet: plis deh! jangan maksain liat flash-nya gt loh! mungkin abis nasi goreng dua piring baru nongol tuh gambar2nya..

Seperti yg terbaca ketika masuk ke halaman utama situs ini:
Didalam situs ini, kehidupan singkat di dunia ini ditampilkan beserta seluruh sifatnya yang melenakan, karenanya Allah mengingatkan manusia sebagaimana berikut:

"Hai manusia, sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka sekali-kali janganlah kehidupan dunia memperdayakan kamu ... (Qur'an 35:5)

So, klik aja.. smoga kedekatan kita dengan-Nya makin bertambah :)


LinkJALAN PETARUNGOct 5, '06 3:43 AM
for everyone
Link: http://jalanpetarung.blogspot.com/

Tau ga sih looch?! -halagh-
Tahukah kamu bahwa banyak praktisi beladiri yg fanatik pada aliran beladirinya?
Tahukah kamu bahwa banyak dari mereka yg malah mencemooh beladiri /perguruan lain, dan merasa perguruannya dan jurus2nyalah yg paling hebat?
Tahukah kamu, banyak perguruan sampai bertarung mati-matian demi menjunjung tinggi nama baik perguruan?
Lalu? untuk apakah itu semua?!?!

Jangan tanya padaku tanyakan saja pada rumput ilalang -hayyah!-,
tapi tak ada salahnya jika kamu buka2 link ini. Ada beberapa yg kurang "sreg", tapi banyaaaak sekaliii yg kusuka dan setuju dari blog ini ;)

I like this site!


LinkMy FS BlogAug 19, '06 3:33 AM
for everyone
Link: http://arvenda.blogs.friendster.com/

Daripada yang mana lupa pada FS dan blognya yang kupunya, maka sutralah.. kusimpen linknya dimari.
Isinya lebih banyak cerita2 hikmah dan puisi satu dua.
Pengen klik? sok atuh ulah isin² :)


LinkKean`: my first blog :DAug 29, '05 1:07 PM
for everyone

© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help