Blog EntryTak Adakah Kejujuran Untuk Cinta?May 9, '06 9:49 AM
for everyone

Terisak, masih dalam luka itu menancap di hatinya. Lalu wanita muda berjilbab itu melanjutkan kisahnya, menguatkan diri untuk mengenang kembali kebodohan yang dulu sempat ia lakukan.

Begitulah, hati seorang wanita begitu dalam merasai. Jiwa dan pikirannya terguncang hebat. Hampir saja perbuatan terkutuk itu dilakukannya, karena bujuk rayu sang pacar biadab yang memasang perangkap dalam kata-kata gombalnya. Nyaris! hingga kemudian ia tersentak sadar dalam keadaan yang memalukan. Kejadian itu telah berselang 4 tahun, ketika usianya terlalu muda tuk mengerti tentang nafsu pria, ketika kedewasaan dan ilmunya masih sebatas gadis smu gaul yang baru lulus. Tetapi trauma, kebodohan dan luka itu tak kan pernah bisa ia lupakan seumur hidupnya. Seringkali ia menangis menyesal dan suatu waktu menjadi sangat benci pada lelaki. Entah dengan laki-laki laknat itu, apakah kini bertaubat dan sadar atau malah mencari mangsa baru.

Mata indahnya masih menggenangkan bulir-bulir bening. Ia ceritakan semua pada laki-laki lain yang kini berniat mengenal untuk meminangnya. Tak ada maksud, selain agar laki-laki itu mengenal dirinya seluruhnya, agar mengetahui bahwa dirinya tak sebaik yang disangka kebanyakan orang di sekelilingnya.
Cukup berat apa yang dia pertaruhkan. Aib diri yang bisa diketahui banyak orang, cercaan dari orang tua, saudara, teman dan orang-orang sekitar yang mengasihinya. Laki-laki itu pun bisa saja langsung mengurungkan niatnya. Tetapi, dia hanya ingin berterus terang saja, ingin agar laki-laki yang ia harapkan menjadi suaminya paham dan tidak merasa tertipu.

Dua hari sudah, tak ada dering telpon atau SMS dari laki-laki peminang itu. Entah apa yang sedang diperbuatnya. Sedang mempertimbangkankah? Atau malah sudah memutuskan hubungan ini dan tak mau lagi mengenalnya? Mungkin dia membenciku, atau malah merasa jijik denganku.. Tak ada lagi harap, karena ia merasa dirinya tak pantas untuk dipinang lelaki itu. Mungkin memang bukan jodoh. Yang terjadi, terjadilah. Aku hanya ingin jujur, bisik batinnya pilu.

Saya sedikit menyesal ketika mengetahui hal ini. Sebenarnya, sebelum dia mengutarakan masa lalunya itu, ia sudah lebih dulu meminta pendapat saya bagaimana baiknya. Apakah dia harus jujur?. Mencoba tuk sebijak mungkin, saya mengetikkan pesan singkat ke HP-nya: Jika memang hal itu aib ya baiknya disimpan saja. Tetapi jika hal ini malah akan membuat tidak baik diakhirnya nanti, maka sebaiknya utarakan saja, dan selanjutnya terserah Tuhan, sungguh Dia mempunyai pertimbangan yang paling baik. Dan akhirnya dia memilih saran saya yang kedua.

Saya pun mengenal laki-laki yang beritikad hendak meminangnya itu. Saya yakin dia terpukul dengan kejujuran ini. Telah lama ia merindukan wanita yang baik-baik dan suci, dan saya tahu hal ini sangat tertanam dalam dibenaknya. Baginya, wanita adalah suci dan sangat dihormati, seperti ibu yang telah membesarkannya selama ini. Maka tak tahu lagi apa yang bisa saya sarankan untuknya. Menerima wanita itu dengan masa lalunya atau mengurungkan niatnya karena merasa tidak mampu untuk menerima wanita itu apa adanya.

Dan yang terjadi (yang dikehendaki Tuhan), terjadilah. Dini hari itu hati wanita muda berjilbab riang sekali. Diutarakannya, semalam lelaki temanku itu menelponnya dan bicara dengan penuh antusias. Ada satu kalimat yang sangat saya ingat dari laki-laki itu, bahwa dia bisa menerima karena yang dikenalnya adalah wanita yang sekarang dengan segala kebaikannya, bukan wanita yang hidup di masa lalu itu.

Saya tak tahu kekuatan apa yang bisa membuat wanita muda berjilbab itu dapat mengatakan aib yang pernah dia lakukan, apakah cinta? Wanita memang sulit dimengerti. Saya pun tak tahu apa yang bisa membuat lelaki tersebut berubah pikiran dan kemudian dapat menerimanya. Apakah cinta? Ikhlash, katanya suatu hari. Cinta dalam keikhlasan tak kan menuntut tetapi hanya ingin memberi. Lagipula niatku tuk meminangnya khan untuk ibadah, menjalankan salah satu perintah-Nya. Mungkin dengan ini aku jadi belajar meluruskan lagi niat tersebut. Saya hanya bisa mengangguk-angguk.

Satu lagi saya belajar tentang cinta, yang terkadang masih sulit tuk dipahami. Saya hanya bisa tersenyum bahagia ketika mengetahui mereka kini tengah merencanakan pernikahan yang tak lama lagi. Selamat Sahabat ... semoga berkah adanya.


Gambar diambil dari sini: http://freepages.genealogy.rootsweb.com/~familyrosebush/ocean/heart.jpg



13 CommentsChronological   Reverse   Threaded
arvenda wrote on May 9, '06
smoga layak dimuat di MP Chicken Soup, hihi ...
srisariningdiyah wrote on May 9, '06
amien.... trims atas partisipasinya ya mas.... :)
mutawalli wrote on May 9, '06
hmmm
femmy wrote on May 9, '06
menurutku, dengan calon pasangan hidup, memang kalau bisa sih jujur saja soal masa lalu, daripada terbongkar belakangan dan pasangan menjadi kecewa.
gadissebrang wrote on May 10, '06
hmm too
arvenda wrote on May 10, '06
amien.... trims atas partisipasinya ya mas.... :)
makasih.. duh ge-er neh dijenguk mbak Ari heuhue...
arvenda wrote on May 10, '06
hmmm
hmmm.. reply yg aneh :-?
arvenda wrote on May 10, '06
femmy said
menurutku, dengan calon pasangan hidup, memang kalau bisa sih jujur saja soal masa lalu, daripada terbongkar belakangan dan pasangan menjadi kecewa.
hmmm.. stuju mbak :D wlo resikonya klo trus trang malah bisa khilangan.. tapi ya apa blh buat :(
arvenda wrote on May 10, '06
hmm too
hmm.. ada lagi satu reply yg aneh.. :-??
togie wrote on May 10, '06
Kejujuran...?
Sesuatu yang sudah sangat langka
arvenda wrote on May 10, '06
togie said
Kejujuran...?
Sesuatu yang sudah sangat langka
iya Bro.. langka bgt, makanya aku kagum aja ma akhwat satu ini :)
Andai dia blom jadian ma temenku... huehue... :-&
d388y wrote on Jun 15
hm,haru nan biru...sungguh!
arvenda wrote on Jun 19
d388y said
hm,haru nan biru...sungguh!
Mohon doanya ya Mbak, agar mereka tetap istiqomah dlm cinta-Nya :)
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help