 | reSign | May 7, '08 6:27 AM for everyone |
Resign hanya satu katatanpa makna, mungkinDan itu telah terkirim kemarinvia e-mail, kepada atasanDerit power suply PC bicara, bertanyaatau watt kecil cahaya lampu yang temaramjuga Dinding yang telah memudar warna putihnya.dan ruang itu, tempat kosong tak terpakai,tempatku dulu memulai kerjaTiap centi-nya menyisakan tanya, tuk waktu yg tlah hilang dari 3 tahun ini.Alasan adalah permainan kataSeribu argumen. Dan niat ikhlash yg kupinta pada Tuhan.Resign ya resigntanpa makna, seperti kataku tadi.Kata-kata telah terucapdan lelaki mesti memegang teguh ucapannya(selama itu dalam kebenaran.)*puisi maksa di 3 hari qobla resign :D truntuk istriku yg slalu mndukung, dan anakku yg senyum mulu klo abahnya pulang hehe..
Bismillah...Sering ke bank-bank gede? entah itu mo setor duit ato cuma mo godain mbak-mbak di teller -*halagh, kyknya ga mongkin deh! - kita pasti disambut dengan ramah oleh pak satam (baca=satpam). Muka yg obral senyum, sambutan yg brusaha untuk seramah mungkin, bahkan bbrp satpam bank terasa kaku menyambutnya. Mungkin kata-kata nya baru hapalan kali yah, "Selamat datang Pak, selamat datang di Bank ********* (sensored)". Kbanyakan orang langsung ngeloyor sebelum pak satam membereskan kallimatnya, ga sopan emang. Hihi.. abis salah sndiri dianya klamaan nyambut orang :D. Tapi apa efeknya buat kita2 ? Kita akan ikut tersenyum! minimal ga sampe punya pikiran klo pak satpamnya jutek, nyebelin dll. Aura positif yg meng-atmosfir, pikiran positif yg muncul. Sapa sih yg ga suka klo dikasih senyum? bukan senyuman seringai tentunya. Bahkan klo kita menatap cermin lalu senyum, diri kita akan ikut senyum. Hahaha.. ya iyalah :P Tapi ini aseli! Kita akan merasa lebih enak dengan tersenyum, diberi senyum atau diri kita sendiri yg senyum. Jangan salahkan orang lain jika dikau dianggap judes n bikin sebel, padahal aku khan ga ada sama skali ngambek ato niat jelek ma orang. Iya iya.. tapi orang khan ga bisa liat hati dirimu wahai sodara, orang cuman bisa liat roman di wajahmu. Lalu knapa masih susah senyum. Jangan jelek sangka, trnyata ga smua orang bisa dengan mudah trsenyum lhoh. Lhoh?! iya.. Ada orang-orang tertentu, baik itu karena tekstur wajah yg emang kaku, atau tipe muka sedih atau bekgronnya banyak mengalami kepedihan dll. Tuk teman-teman jenis ini jangan salahkan mereka bila jarang bgt senyum. Tapi wahai teman jenis ini, jangan jadikan hal ini sbg alasan. Karena senyum bisa dilatih, dan latihannya ga sesulit klo kita blajar sepeda. Coba aja senyum dikit2, didepan kaca jg baik. Sunggingkan senyum dikit demi sedikit, rasakan bahwa senyum membuat otot-otot di wajah kita menjadi relax (tanpa "a"), lebih trasa enak khan drpada muka kita berwajah cemberut atau serius(?). Tunggu dan liat reaksi teman-temin, liat jg reaksi sekelilingmu. Rasakan reaksi positif dalam pikiranmu, dalam jiwamu. Dunia trlihat indah wlo hari itu mendung. Senyumlah dgn optimistis! Apalagi klo senyumnya dari hati yg trdalam -halagh- makin enak deh rasanyah! Rasulullah saw bersabda, "Senyummu kepada saudaramu adalah sedeka." (HR Muslim).
"Kebajikan yang ringan adalah menunjukkan muka berseri-seri dan mengucapkan kata-kata yang lemah lembut"(Umar bin Khattab)
Bismillah..Pasti dah banyak yg dah baca postingan ini, tapi tak apalah ku ngikut posting jg. Sekedar mengingatkan tuk diri, bagiku kisah ini sangat inspiratif dalam berkehidupan. Tapi satu yg bikin pnasaran nih, adakah temans yg tau riwayat kisah hadits ini? Nguplek2 ga nemu euy sumbernya :( Plis help! Takut malah nyebarin yg ga ada dari sononya..
~ Rasulullah saw. dan Pengemis Yahudi Buta ~ Di sudut pasar Madinah Al-Munawarah ada seorang pengemis Yahudi Buta, dari hari ke hari apabila ada orang yang mendekatinya ia selalu berkata "Wahai saudaraku jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya kalian akan dipengaruhinya".
Setiap pagi Rasulullah SAW mendatanginya dengan membawakan makanan, dan tanpa berkata sepatah kata pun Rasulullah SAW menyuapi makanan yang dibawanya kepada pengemis itu walaupun pengemis itu selalu berpesan agar tidak mendekati orang yang bernama Muhammad. Rasulullah SAW melakukannya hingga menjelang Beliau wafat. Setelah kewafatan Rasulullah tidak ada lagi orang yang membawakan makanan setiap pagi kepada pengemis Yahudi Buta itu. Suatu hari Abubakar r.a berkunjung ke rumah anaknya Aisyah r.ha. Beliau bertanya kepada anaknya, "anakku adakah sunnah kekasihku yang belum aku kerjakan?", Aisyah r.ha menjawab pertanyaan ayahnya, "Wahai ayah engkau adalah seorang ahli sunnah, hampir tidak ada satu sunnah pun yang belum ayah lakukan kecuali satu sunnah saja". "Apakah Itu?", tanya Abubakar r.a. "Setiap pagi Rasulullah SAW selalu pergi ke ujung pasar dengan membawakan makanan untuk seorang pengemis Yahudi Buta yang berada di sana", kata Aisyah r.ha. Keesokan harinya Abubakar r.a. pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk diberikannya kepada pengemis itu. Abubakar r.a mendatangi pengemis itu dan memberikan makanan itu kepada nya. Ketika Abubakar r.a. mulai menyuapinya, si pengemis marah sambil berteriak, "siapakah kamu ?". Abubakar r.a menjawab, "aku orang yang biasa". "Bukan !, engkau bukan orang yang biasa mendatangiku", jawab si pengemis buta itu. "Apabila ia datang kepadaku tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah. Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut dengan mulutnya setelah itu ia berikan pada ku dengan mulutnya sendiri", pengemis itu melanjutkan perkataannya. Abubakar r.a. tidak dapat menahan air matanya, ia menangis sambil berkata kepada pengemis itu, "aku memang bukan orang yang biasa datang pada mu, aku adalah salah seorang dari sahabatnya, orang yang mulia itu telah tiada. Ia adalah Muhammad Rasulullah SAW". Setelah mendengar cerita Abubakar r.a. pengemis itu terkejut lalu menangis sambil berkata, "benarkah demikian? selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya, ia tidak pernah memarahiku sedikitpun, ia malah mendatangiku dengan membawakan makanan setiap pagi, ia begitu mulia.... " isaknya Pengemis Yahudi Buta tersebut akhirnya bersyahadat dihadapan Abubakar r.a. (1001 Kisah Teladan)
Bismillah... Sebenarnya hanya satu bagian dari tubuh kita yg kurang berfungsi dengan baik ketika kita sakit, sementara beratus organ bahkan bermilyard sel lain masih sehat tak kurang suatu apa, masih berfungsi dengan sangat canggih dan sempurna.Yang sakit sih cuma pencernaan yg ga kuat menghadapi gempuran mikroba typus, tapi respon organ tubuh yg lain begitu cepat, badan jadi panas dingin, kepupala sing (bukan krn ga punya duit wlo emang lg ga punya), mual2 (bukan ngidam!). 'Ala kulli hal, yg sakit masih "hanya" pencernaan, sementara kepala, otak, pernafasan, jantung, paru2, ginjal, mata, mulut, kaki tangan sehat semua; alhamdulillah.Sebulan deh kena typus, baru nyadarnya minggu ke-2 n ga masuk kerja 2 minggu kemudian. Schedule kerjaan yg dah dirancang menjadi tak penting lagi, target bisnis kecil2an yg dah 60% mo opening terpaksa pending. Belum lagi bisnis2 kecil lainnya yg udah ku targetin beres dan "begitu sangat pentingnya", berubah menjadi hanya lembaran2 ingatan saja di kepala. Sakit, membuat semua aktifitasku berhenti. Kerjaanku hanya tergolek di dipan, ditemani guling dan bantal selimut. alhamdulillah masih ada anak (+istri dunk) yg kadang menemani sambil tidur ato garuk2 n mukul2 mukaku klo dia bangun. Selebihnya hanya gerakan jarum jam yg konstan dan getar badanku yg makin lemah. Hanya makan bbrp sendok bubur tiap hari gt loh..Sakit, emang bikin yg penting2 jadi ga urgent. Prioritasnya jd "cuma" ke kesehatan, sesuatu yg sering kita (baca: aku) lupakan. Ini teguran dari Allah SWT, biar ku ingat tuk bersyukur. Ini juga peringatan, agar ku lebih banyak lagi waktu tuk berfikir, tuk merenung dengan segala macam kegiatanku selama ini. Sudah di jalur yg benarkah, atau malah hanya di rel yg kelihatannya seolah lurus padahal perlahan berbelok?!Mengembalikan lagi mana prioritas utama dalam kegiatan sehari-hari hidupku. Mana aktifitas yang sesuai dengan tujuannya mana yg tidak, n kyknya banyak yg tidak *padahal tadinya kupikir iya :(.Sakit memaksaku tuk membuat jeda sejenak dalam hidup, sejenak tuk berfikir dan mengatur kembali langkah. Terima kasih ya Allah.. mohon ampunkan dosa dan khilafku jika tersalah, mohon tuntun hidupku. Jangan pernah sekalipun Engkau tinggalkan kami, mohon.. jangan pernah..
Lhaa kok yg ngucapin Eramuslim?? ya anggap aja aku yg bikin hehe.. :PArvenda dan keluarga mengucapkan: Selamat Tahun Baru 1429HSemoga makin baik dalam segala hal :)
*Terimakasih pada teman-teman lamaku yg memberikan SMS ucapan tahun baru, Mohon maaf karena suatu hal tidak ku balas. Aku senang kalian masih ingat padaku. Terima kasih juga pada teman Online baik di YM, MP, Milis dan lainnya. Semoga kita semua semakin lebih baik di tahun yang berganti. Hijrahkan hati, diri, amal, kehidupan dunia dan akhirat kita menjadi lebih baik dan lebih baik lagi.
Uhibbukum fillah. :)
 Hik.. kena tembak diniarie di http://diniarie.multiply.com/journal/item/57/Tentang_diniaRie..._peer_nih._._ Jadi deh penyakit lamanya kumat; ngomongin diri sndiri. Jelek baik cuek hehe yg penting brusaha mnjadi lebih baik dr yg dikatakan orang.. halagh bener-bener, bijak bgt kata2 ku ini :P. Ini KoPas-an dari bbrp testi yg ada.... Ratih says: arie dagink apa arie tulank.. xixixixi... ini mah ari jeroan huahhauhuahua.... punten yakz. kidding koq :p arvenda prihanarko (ini kan yg bener) nama bekenz arie sejenis manusia paling over confidence, gober bebek bgt (cuma kita yg tau ya ri..), sok keren sebandung tapi.... dia baiiiiik bgt deh ma ibunya (xixixixixi..) udah ah intermezonya :p arie..arie... dia baik (umum bgt), enak bgt buat di kadalin soalnya dia buaya sih (hihihi), tempat k yg nyaman selain some1kuh :p, tempat jayus2an yg paling seru sejagad maya en the last dia nih ustadz funkeeh.. piss men... xixixixi... ;))Irfan says: Kang Ari tuh..., kalo diliat dari tulisannya suka memperhatiin detail deh, kesan yang ost tangkep sih kalo lagi chat kang ari nih baek banget.. Ayooo, yang ngerasa kang Ari jahat ngacuuuung!.... tuh da ga ada kan?... :D heuheue, orangnya tuh sabar... buktinya, blognya ditempelin upil berkali-kali, ga marah besar tuh beliau... :D iya ga sih? :pDindin says: Hi say.............. Muaaaaaaaaaaaaaachhhhhhhhhhhhhhhh Widary says: Kesan pertama kenal ama mas Ar, serem..... soalnya cueeeek bgt. Kayak es batu kali ye... Tapi setelah kenal, walah....2x tambah gak nyangka lagi, ternyata anaknya rame juga. Dan yang paling penting mah.... orgnya baek, gak neko-2 (kayaknya) C U mas Ar di BDG, ntar traktir aku ya, Katanya dah jadi bussines man :)Else says: Pertama kali kenal mas Ari, kesan yang didpt orangnya tuh pendieeem bgt.Eh gak tahunya malah sebaliknya..hehe.Asyik juga diajakin ngobrol,apalagi ngomongin bisnis...wuiihh seru dech.Pesan buat mas Ari cepetan nikah,biar ada yang ngurusin+buatin air minum:) dan jangan lupa undangannya.Terakhir sukses aja dgn bisnisnya...smg smakin maju!Vera says: Assalamu'alaikum.wr.wb. Pak Ari pa kabar?....tamu dari jauh dah di kasih makan blum? jangan2 ditelantarin deh,:) Pak Ari, Ve kenal waktu jadi OP di kkmb, tapi bentar aja.....He and his ganks...:)...sukanya make nick yang aneh2 di #.....:) Gak taunya satu kampus....malu euyy...bahasa arab pula....Boleh lah kursus gratis ya?... BTW, Bagus tuh menjadi enterpreuner muslim yang itqon...Semoga bisa membangun perekonomian umat...asal jangan pelit2 banget...ampe nraktirin orang cuma teh botol doang....ckckckc...tapi Pak Ari Bageur kok...:)...apalagi kalo sering2 kirim aku buku2 bacaan yang bagus...biar ilmunya ditransfer... BTW, tetap jadi seorang Qowwam itu tauladannya dah jelas, He is Muhammad SAW bukan detektif conan or dragon ball...:) Desieres says: Assalamu#8217;alaikum wr wb Pak Ustadz, ane mo tanya, ente kenal ame Neng Humairoh dimane gitu ye? Romannye akrab-akrab aje ^_^ Ape si Eneng HumHum kagak perne ngambek gitu ye? Hehehe Wah pertamakali kenal om Ari, gw ngambek :) Lagian omnya nakutin sih. Rayuan pulau kelapanya itu lho... Tapi pas beneran kenal sama orangnya, baru deh yakin kalo si Om tuh ternyata nyastra banget. Yg bqn ga nahan adalah selera lagu-lagunya ^_* please deh om, haree geenee => dian pishesha?! kekekek Tapi jujur aja nih, om ari baek deh, ramah, takwa pada Tuhan YME, suka menolong sesama. Dulunya anak pramuka kali ye?heheheSanders says: kang arie tea' ..... ayo ayo para akhwat, mintalah dirimu untuk menjadi istri bapak satu ini ..soalnya orang bakalan setia banget, dan gak neko neko ...bakalan mau nemenin kamu suka maupun duka... heheheeh ... peaceeWalah dah 8 biji.. padahal masih banyak yg muji2 aku danmencela juga tentunya :)) Kepada siapa aku akan menembak? males ah.. ntar aja diedit lagi postingan ini kali ya... Wassalaam.
Bismillah...Tak terasa, memang slalu begitu, waktu kerap tak trasa brlalu. Tau-tau dah 2007, tau-tau dah bulan Agustus, tau-tau dah Ramadhan! tau-tau dah tua.. eh masih muda ding! Jam di sudut kanan bawah monitor menunjukkan pukul 2:38 pagi. Malam ini memang aku tak bisa tidur, sms kangen dari istri malah membuatku tercenung. Di warnet (yang baru buka) ini aku emang lembur. So? whats the point?! Jangan tanya padaku, aku tak tahu. Mengingat Ramadlan, mngingat waktu yg berlalu saja tanpa kata, bahkan sering tak memberi makna. Kemudian tlah brtemu Ramadhan lagi, dan lagi. Hampir saja bulir air mata menitik dari sudut mata, dan akupun tetap tak tahu maknanya. Seperti kering disudut hati yang disentuh butir embun dingin dini hari ini. Ingin sekali kutulis hal-hal yang dapat mengajak diri menyambut dgn baik Ramadhan kali ini, tapi jemari diatas tuts ini tercekat. Aku tak tahu mesti menulis apa (?). Belum, aku tak bisa menuliskannya sekarang. Biar desiran dihati berlalu dulu, biar amarah mereda, gejolak berhenti, merah menjadi lembayung. Biar ombak ganas menepi di pantai. Btw, cobain deh nasyid online-nya si acim hehe.. lu mayan drpd lu manyun :P Klik: http://www.musicwebtown.com/hasyim/29882
 Aku memilih tuk mencintaimu sederhana dalam beliung sahaja dalam gelora tak perlu argumen tak mesti ada karena atau mengapa aku telah memilih tuk mencinta memilih tuk bahagia itu saja.
sekarang, bolehkah aku mengungkapkan isi hati?
Bismillah.."Kematian bukanlah tragedi.." kata Emha A. Najib. Tapi sulit aku tuk ga bilang klo banyak sekali kematian yg terjadi menjadi sebuah tragedi. Banyak kematian yg -maaf- dirasa konyol. Remaja ABG yg menonton konser, mati terinjak atau kehabisan udara. Anak-anak SD gantung diri karena ga bisa bayar SPP atau ga lulus ujian. Dua sejoli selingkuhan bunuh diri di kamar hotel. Masya Allah... Kematian dengan cara yang seperti itu memang tragedi. Sangat "mengerikan" bagi Anda yang percaya ada kahidupan yang lebih kekal setelah dunia ini. Kemarin, innaalillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun..,  seorang artis pelawak nasional menemui ajalnya dengan mendadak. Taufik Savalas bukan nama yang asing tentu saja. Melihatnya di tivi, dalam posisi terbujur kaku di kamar mayat RS, diam, tak bersuara sepatah katapun. Kontras sekali dengan kesehariannya -yg kita kenal- penuh dengan tawa, senyum dan canda-candanya yang kocak. Kemana perginya smua itu? Dua anaknya yang masih kecil, istrinya yg masih terbilang muda, mengingatkanku pada istri dan anakku yg belum genap 2 bulan. Apa arti semua ini? mengapa kematian itu begitu mendadak baginya? bagaimana nasib anak istri dan saudara-saudara yg mnjadi tanggungannya? Selamat jalan Pak, smoga Allah SWT mnrima dalam keridhaan-Nya. Kematian, memang tak mengenal interupsi. Terpekur sesaat, membayangkan prasasti yang tlah ditorehkan orang-orang yg tlah wafat mndahului kita. Mninggalkan kenangan, menyemaikan hasil-hasil dari pekerjaan baik (=amal sholeh) yang boleh jadi akan kekal tuk beberapa lama. Entah kapan berita duka di koran menuliskan nama kita. Entah kapan kerabat dekat mengunjungi pusara yg di nisannya tertoreh namaku. Aku tak pernah tahu diurutan keberapa ajalku dalam daftar kematian yg dipegang Izrail. Kita ga pernah tau dan kita ga bisa menolaknya. Tetapi, kita bisa memilih bagaimana kita menghadapinya, bagaimana cara kita "menyambutnya". Aah.. kematian memang menakutkan. Dengan apa saja yang tlah kita perbuat sebelumnya, dengan hitungan dosa dan pahalanya, dengan syurga atau neraka sesudahnya. Dan aku harus memilih tuk berusaha menyambutnya sebaik yg ku bisa. Harus. *tuk orang² yg sngat kucinta, mama, istri dan putriku, maafkan aku krn slalu trbayang saat "prpisahan smntara" ini suatu saat nanti..
Bismillah..Seorang teman yang periang. Ku tak mau menyebut namanya, karena kesedihannya tak cukup kuat tuk menghancurkan keceriaan dan harapannya. Hanya saja, malam yang lalu, telpon di rumah berdering dan aku sedang ada di tempat. "Ini A Arie?" "Bukan, ini OB nya, beliau sedang keluar..." "Dzigh!" "Hehehe.. ada apah aya neon neneng teh..?" Senda tawa slalu saja, hingga kemudian ia mengungkapkan kegundahan yg slama ini dipendam. Beberapa bulan yang lalu ia tlah operasi tumor disekitar rahim, tetapi alhamdulillah rahimnya masih bisa dipertahankan. Dan beberapa waktu kemudian, ternyata dokter memvonisnya bahwa rahim itu harus diangkat agar tumor yang masih tersisa dapat tuntas diatasi. Mungkin sekitar satu tahun lagi. Berat... aku tahu dia sangat mencintai anak-anak. Ku tahu dari sikapnya, dari pembicaraan- pembicaraannya. Padahal belumlah seorang calon suami pun yang berada disisinya. Bukan karena tak ada lelaki yang suka, bahkan beberapa kali ada beberapa lelaki yang maju tuk menjadi pendampingnya, tetapi sayang belum ada satupun yang cocok di hati. Dan kini, ada lelaki yang berniat baik itu. Ketika ia menceritakan kondisinya, lelaki itu menerima apa adanya tetapi dia belum sanggup tuk menikah tahun ini. Dan temanku ini malah memintaku tuk mencarikan calon suami yang lain, yang baik dan siap menikah secepatnya. Jika tidak, maka hasrat dan cita-citanya tuk menimang anak kandung akan sirna.. Ya Allah.. what can I do? any advice? Mohon do'a en tulungin temen ku dunks.... :(

Tak ada rinai senja hari ini Tukang parkir berseragan kuning masih saja setia menunggui kendaraan orang Tak ada puisi pada langit sore Kepedihan hidup dan luka-luka yang menganga ditaburi asam garam kisah-kisah Nyanyian dari speaker butut kompi ini Hanya cinta dan cinta tanpa makna, tanpa tanda tanya Aku, Masih saja berdiri, berdiam menghirup knalpot jalanan menghanguskan kulit dgn mentari melihat detik dan detik Tanpa suara, tanpa gerak Menunggu yang tak pernah mau menunggu Kehidupan trus berlalu Memunguti keberanian satu.. satu.. Debu bis yg lewat menutupi mata. (4.31pm 080507)
Bismillah...Sbnernya males posting hal ini, biasanya mnimpbulkan perdebatan, tapi ya gpp deh. Aku rada cuek masalah yg lagi hangat di per-MP-an (MP para simpatisan PKS tntunya :P). Padahal masih kebilang kader nih jelek-jelek juga (awas yg bilang jelek lagi ane tinju!). Lha? mngapa jadi bebek cuek bgini? Hehe.. ga kaget lah, dulu juga waktu masih PK milih Gus Dur dengan alasan tuk menghindari kemudharatan yg lebih guede. Lalalu mngapa dikau masih saja ngikut liqa? Nah ini dia bedanya, Tarbiyyah itu bukan PKS, tapi PKS mestinya ya Tarbiyyah. Partai hanya salah satu alat dari gerakan ini. Dan ketika dia terjun ke dunia politik, tentu saja bakal banyak bersinggungan dengan "dunia lain" yg lebih kompleks. Kasus yg trakhir pemilihan cagub DKI dan dangdutan itu. Demikianlah kasus yg bakal trjadi ketika kita berda'wah. Mesti bisa mnimbang dan mmemilih langkah mana yg paling tepat kiranya yg bisa mnjadi kebijakan dan maslahat tuk ummat. Demikian halnya jika Anda, sebagai ketua RT, rapat agustusan dgn warga. Mereka sepakat bikin panggung dangdut dgn penyanyi yg aduhai. Ayoo milih mana? brantem dgn warga ato mundur dr jabatan RT? Ato mncoba sbijak mungkin mnda'wahi mrk (pelan-pelan, tp ya klo bisa mah cepet) dan mncari jalan agar dangdutan itu batal? Ato paling tidak pnyanyinya laki-laki smua? (wlo dangdutnya masih dgn syair yg horor hehe..) Aku tak mau milih yg mana (krn aku bukan ketua RT :P) apalagi berdebat, silakan saja brpendapat ssuai kapabilitas masing2. Ada fiqh yg ga bisa diganggu gugat, tapi jgn lupakan fiqh da'wah yg mestinya diketahui stiap da'i yg trjun ke masyarakat. Da'wah perlu sistem organisasi dan jaringan! Jangankah hal sebesar ini, bisnis atau organisasi olahraga pun bukankah sangat butuh hal tersebut?. Dengan tools ini dgn mudah aku bisa brda'wah mngajak org mmperdalam agamanya. Melancarkan cara baca qur'annya, melatih shaum sunnah dan shalat sunnahnya, berdiskusi tuk solusi prmasalahan keummatan. Tak mungkin aku sndiri yg mngajari mereka, bahkan tuk mndidik diriku sndiri pun trasa berat bgt ditengah maksiat yg slalu saja digalakkan tanpa trasa. Ada yg ga mau masuk liqa, ya ndak pa pa. Ngajak ke Islam kok, bukan liqa. Lagian ngaji 2 jam sminggu skali mana cukup?? Orang liqa itu perlu komitmen yg kuat tuk slalu me-update keilmuannya. Ngaji gini hanya salah satu alat/cara, bukan satu-satunya. Terlepas dari masalah politik, aku sreg bgt dgn konsep tarbiyyahnya. Lalu mngapa ga halaqah di yg laen?? HTI, Salafy ato (neo) NII misalnya? Hehehe.. milih boleh dunks, dan yg paling pass mnurut itung2anku ya yg ini :)
Bismillah..Dah denger Lokalisasi Prostitusi Saritem ditutup? wah! ini suatu kejadian yang ruaarrr biasaa! Alhamdulillah.. Bagi yang orang Bandung - yang suka ga kuper tentunya hehe - Kawasan Saritem merupakan icon "kedigjayaan" praktek prostitusi. Orang dengan mudah melenggang ke tempat -yang konon telah berusia 200 thn- itu tuk sekedar "bermalam" 1 -2 jam tanpa rasa rikuh apalagi takut. Wisata seks lah, anak cowok smu yang kliatannya baek2 juga bisa kepergok disana malem-malem nyari PSK yang anak smu pula, cukup dengan 100-200 ribu rupiah. Well, itulah gambarannya, keberadaan Pesantren yang sedianya tuk didirikan tuk membendung kebobrokan moral itu tak bisa berfungsi sebagaimana mestinya, malah kebanyakan santrinya berasal dari luar kawasan lokalisasi. Jangan heran, di daerah itu, praktek asusila sudah sedemikian mendarah daging. Banyak orang yang menggantungkan hidupnya disana. Tukang kredit yang mencicilkan barang-barang pada para PSK, tukang jual mie instant, rumah makan sederhana buat para hidung belang mengisi perutnya dan lain-lain. Seolah kehidupan amoral yang terjadi disana bukanlah suatu hal yang mesti digugat. Hebat bukan? suatu komunitas masyarakat dapat memaklumi bahkan menjadikan suatu tindakan haram sebagai penghidupan mereka. Aku tak mau berpanjang lebar dengan soal berapa pendapatan mereka perbulannya, atau berapa miliar sumbangan "home industri" ini pada kas Pemda. Hanya saja ingin ikut ngomong, klo kebenaran dan kesalahan yang dianut suatu masyarakat itu tak selamanya menjadi tolak ukur. Karena kita bagian dari masyarakat itu, maka bisa jadi kita mengikuti tata nilai yang ada tanpa menyadarinya. Maka, bila kita sudah sedimikian larut, berhijrahlah. Kecuali bila kita yakin seyakin-yakinnya bahwa kita bak ikan yg hidup di tengah lautan yg asin. Tidak akan terbawa asinnya laut. Yupe! Dengan berhijrah dari lingkungan yang tak baik kepada lingkungan yang baik sangat lebih mudah membuat kita menjadi baik, ketimbang kita berlelah-lelah hidup di lingkungan yang tak kondusif. Kecuali, dan hanya kecuali, kita memang merasa mampu menjadi agen perubah bagi lingkungan tersebut ke arah yang lebih baik. Sanggup?
Bismillah..Ya ya.. ini memang pic-nya RA. Kartini, beliau lahir tanggal 21 April, bertepatan dengan kelahiran my mom. Karenanya my granpa menamai ibuku "Kartini". RA. Kartini adalah -konon katanya- pejuang bagi kaumnya para perempuan, lagi pula aku tak begitu mengenal beliau. Sutralah.. yang ku kenal sangat dekat dan ku kagumi bukanlah beliau, tetapi Kartini yang lain. Ibuku sendiri. Bagiku, beliaulah pejuang itu. Sejak dari kecil tak mengenal wajah kakek, seorang pejuang Syarikat Islam. Tak pernah merasai kasih ibunya pula, karena keduanya telah meninggal sewaktu beliau masih teramat belia. Hanya kakak-kakaknya saja yang mengurusnya, membawanya mengungsi kesana kemari, dari kota ke kota dan propinsi pada waktu perang kemerdekaan. Hingga akhirnya menetap di Bandung. Menikah dengan bapak yang seorang TNI, tapi kemudian bapak gugur ketika bertugas. Ibuku tak menyerah membesarkan ke-empat anaknya. Beberapa tahun kemudian kakakku yang masih tingkat-tingkat awal kuliah di UGM menderita leukemia dan meninggal pula. Lalu susul menyusul dengan kakak-kakak dari ibuku, 5 orang paman dan bibi itu meninggalkan kami satu demi satu. Kehilangan keluarga terdekat tak pernah membuat kita lebih kuat dari sebelumnya, ia hanya meninggalkan luka demi luka. Tetapi kami harus tetap meneruskan hidup, apapun yang terjadi. Kepedihan yang dirasai ibuku tak hanya itu, anak-anaknya yang tersisa kerap kali mempunyai masalah-masalah, menguras perekonomian, menguras pikiran dan membuat perih luka yang telah ada. Waktu masa-masa itu aku sering melihatnya menangis dalam do'a-do'a malamnya. Tapi demikianlah ibuku, dibalik segala kelemahannya beliau sangat kuat. Mengurus kami hingga kini. Sekarang, kakak perempuan ibuku tinggal satu-satunya. Kakinya yang satu telah lumpuh dan teramat lemah tuk berdiri dengan satu kaki yang lain. Di usia ibu yang sudah tua, dia masih saja mengurus kakaknya itu, sambil tak lepas memperhatikan kami, anak-anaknya. Dan Sabtu petang kemarin kami berkumpul, 3 orang anaknya dan 3 wanita menantunya. Mengadakan ceremonial yg sangat sederhana atas milad beliau yang ke 65. Maafkan kami ibu, yang belum juga berbudi padamu, apalagi membalas segala peluh dan air matamu. Tak kan pernah bisa. Hanya Allah, yang Maha Kasih, yang kan membalasnya, yang kan menyayangimu selalu, selamanya. Amien..
Bismillah..Entah benar tidaknya kisah ini, tapi ya ku posting aja, kali2 ada manpaatnya geto.Tersebutlah seorang Prancis menderita penyakit insomnia, kagak bisa tidur. Sudah bertahun2 dirinya ini tak bisa tidur, sudah bermacam obat dan cara dia tempuh tuk dapat menyembuhkan penyakitnya ini, akan tetapi sayang sungguh sayang tak ada satupun jalan agar dia sembuh dari penyakitnya ini.Hingga kemudian rekan sejawatnya menyarankan dia bersafari, halagh.. bertamasya ke negeri beribu pulau, negeri Indonesia yang indah. Tibalah dia di Indonesia, di Jawa Barat tepatnya. Aku tak tahu mungkin di Ciamis atau di Parangtritis, yang jelas kemudian dia bertemu dengan seorang ulama yang menjadi banyak rujukan tuk bertanya dari orang2.Pada Hari Jum'at pagi, wong Prancis ini bertamu pada ulama tersebut. Lalu dia mengungkapkan maksud kedatangannya ke Indonesia, yaitu dalam rangka menyembuhkan penyakit susah bobo-nya.Sang ulama tersenyum, lalu memberikan solusi yang belum pernah didengar orang perancis ini sebelumnya."Masuklah dalam Islam, insya Allah penyakit Saudara segera sembuh..!"Kaget dengan solusi tersebut, tetapi akhirnya teman kita ini menyanggupinya. Thoh tak ada salahnya, bukankah selama bertahun-tahun ini ia ingin sembuh?.Hari menjelang siang, setelah mengucap syahadatain dan dengan acara sederhana maka resmilah orang ini menjadi muslim. Sekarang tiba waktunya sholat jum'at. Untuk pertama kalinya mualaf ini jum'atan.Adzan zhuhur berkumandang, kebetulan sang ulama bertindak selaku khotib. Pada mulanya sang mualaf rikuh juga karena dia satu2nya bule yang hadir jumatan di mesjid tersebut. Cukup lama Pak Kyai berkhutbah, suaranya mendayu-dayu dan kurang keras, mungkin karena usia beliau yang sudah sepuh. Kadang pula tak terdengar karena kualitas pengeras suara yang jelek.Hingga tiba akhirnya waktu sholat jum'at, tetapi ada yang kemudian teringat. Sebelum qomat, beliau kembali mengambil mikropon dan mengumumkan suatu hal."Hadirin sekalian, ada yang hendak saya sampaikan. Telah masuk Islam seorang bule dari Perancis. Mari kita menyambut saudara baru kita ini. Kepada yang dimaksud dimohon untuk berdiri..."Orang-orang celingukan, kok nggak ada yang berdiri. Pak Kyai pun mengulang lagi kata-katanya."... yang dimaksud mohon untuk berdiri.."Ternyata.... alhamdulilah, rupanya khutbah tadi telah membuat yang dimaksud sembuh dari sakitnya. Dia tertidur dalam posisi bersila dengan nikmatnya.*Hihihi.. aku pernah jadi khotib dan berhasil membuat satu dua orang tertidur, aku juga sering jadi mustami'e dan bisa tertidur dengan sukses. Tampaknya budaya tidur siang berjama'ah ini mesti direformasi tata cara dan pelaksanaannya menjadi lebih profesional dan lebih baik :D
Bismillah..
Di pertemuan kemarin, si Akang cerita, pernah terjadi suatu perdebatan antara dua orang yang sholat bersama-sama di Mesjid Agung. Mereka sampe ribut dan saling tunjuk bahwa temannya itu yang salah. Yang satu "keukeuh" kalau tahiyat itu wajib menggerak-gerakkan jari telunjuk, yang lain teteup bilang klo itu ga wajib, bahkan dia bilang itu ga ada tuntunannya. Sampai-sampai orang se mesjid melongo menonton pertarungan debat secara gratis. Waah pokonamah rame lah..! Akhirnya aku ga kuat nyeletuk, "waah.. tukang jualan yg diluar mesjid jadi lega ya Kang? " "Lega kenapa?" "Iya.. pas liat ributnya orang-orang tadi, pastinya berujar, "untung saya ga sholat ...", jadi ga ikutan ribut-ribut " Gubraks..!
Ya begitulah kita, tak bisa dipungkiri selalu saja ada diantara kita yang "riweuh" dengan urusan yg kagak prinsipil, hingga masalah gede yang mestinya mnjadi prioritas malah terlupakan (atau ga mau mikirin?).
Ada orang yang baru belajar naek mobil, malah sibuk baca buku pedoman berkendara yang baik, sibuk ngecek posisi spion, sibuk ganti ban yang udah gundul, sibuk menyedot bensin premiun karena pengen ganti dengan yg premix, sibuk nyeduh kopi dan minum minuman isotonik karena takut ngantuk ketika menyetir. Sibuk me lap kaca depan mobil sampai nyaris tak terlihat, karena takut memburamkan penglihatan ke depan. Ampyunnn dah!! nyetir aja belom bisa?? nginjek kopling aja belum ngarti!! mana pedal gas mana rem aja masih suka salah injek. Capee dehh! Permasalahan dia yang utama adalah: Belajar Menyetir!. Titik!. Hal-hal kecil lainnya ntaran dulu deh, klo dah bisa nyetir n punya SIM.
Udah ah, cuma lagi kesel aja nih ke temen-temen yang suka mempermasalahkan hal-hal yg bukan esensi, padahal kita sama-sama berusaha pegang kuat Qur'an dan Sunnah dengan benar. Ketika anak smu dengan enaknya nyamannya nyobain prostitusi, saat homo dan lesbi bukan lagi tabu, orang sholat dianggap aneh, zina dengan istri orang dianggap lumrah. Narkoba dan miras suatu kebanggaan, dll dst dkk. Umat lagi butuh solusi nih, kebakaran akidah dan moral dimana-mana, andai kamu punya satu gayung air saja, cepet-cepet diguyurin, jangan malah dipake nyiram kembang.
Masalah ikhtilaf perbedaan khan kebanyakan di Ijtihad para ulama, lagian bukan soal Aqidah yang memang udah ga bisa ditawar-tawar lagi kok. Dalam bidang ini piss menn, nyantai aja lah..
 | kangen.. | Mar 12, '07 12:07 PM for everyone |
Malam memang pekat tetapi anginnya tak lagi dingin di ruangan ini Kekosongan hanyalah didada dan kau rengkuh rapuhnya, dengan indahnya
Sayang, tak sempat ku membuat puisi untukmu sahaja hanya satu walau kau tahu bahasaku adalah kata maafkan suamimu
Kau pun tak memberiku sebait kata indah atau sejuta kalimat sayang tak apa tak mengapa sungguh ku tahu kau bukan tak mau
Sayang, aku tak perduli lagi kata-kata itu keindahannya, kesyahduannya kegetirannya, ketermanguannya
Adanya kau adalah puisi hingga aku tak bisa lagi berkata.
- hasil USG bulan kemarin, jabang bayi berumur 5 bulan -Menginjak kehamilan bulan 4 kemarin, istriku dan suaminya -yang baik banget ini- mendatangi bidan. Baru kali ini aku mengantar istri ke bidan, padahal dari awal kehamilan dia selalu cek rutin tiap bulan. Maklum, orang sibuk gtl. Timbang badan, cek tensi darah, hingga kemudian cek denyut jantung jabang bayi. Ibu bidan memijit-mijit perut si ndut, istriku. Lalu menempelkan alat detektor suaranya. Perlahan dan samar, suara denyut calon anakku makin terdengar jelas. Kuat dan cepat, suaranya makin kuat. Allahu akbar! ada yang bergetar didadaku, ada perasaan aneh yang menjalari relung-relungnya. Subhanallah... seolah ada jiwaku telah terbelah dan bersemayam dalam sesosok jabang bayi yang belum jua lahir.. Allah akan menitipkan sebuah nyawa, seorang anugerah yang mesti aku rawat, didik dan jaga. Seorang anak! tak pernah terbayang sebelumnya olehku. Kadang, lamat ku lantunkan do'a Nabi Zakaria as., ketika sedang merindukan kehadiran Yahya as., akan tetapi aku belum mengetahui maknanya. Orang tua yang begitu merindui anaknya, belahan jiwa mereka. Allah.. sehatkan anakku sehatkan ibunya, jadikan ia penghias mata kami, pelipur duka penggenap rasa. Jadikan ia anak yang sholeh/ah, cerdas, pendiri sholat dan berkhidmah pada ummat. Jadi ia kecintaan-Mu jua. Sayangi kami.. Engkaulah Maha Pengasih diantara para pengasih. Hampir saja air mata ini meleleh, untung aku segera tersadar kalau ada di ruangan ibu bidan. Bisa tengsin gw klo nangis disini, plis deh!
Karena aku kena tag Zaza yah.. terpaksa deh posting ini, nasib.. nasib.. padahal aku kan jarang banget posting di MP jadinya nulis deh.. nasib.. nasib.. Malangnya nasibku.. hiks..
Record that changed your life
Duh.. lupa, apaan ya dulu tuh judulnya. Pokoknya yg nyanyi Nada Murni (Malaysia). O iya, Munajat! Enak bener dah di hati pas nyanyiin di mihrab mesjid SMU dulu.. bawaannya pengen nangis aza.
Record you’ve listened more than once
Bintang kecil, Balonku ada 5 rupa2 harganya, dari kecil ga abis2 dengernya sampe segede gaban bgini.. hue.. nasib nasib..
Record that you just don’t understand
Gak ada lagu yg ga ku mengerti, kcuali emang faktor bahasa aja. Bahkan lagu anehnya Sujiwo Tejo bisa kunikmati, kuping yg aneh..
Record that made you laugh
Bbrp lagu Project Pop, judul2nya lupa uy!
Record that made you cry
Lagu-lagu tema patah hati ato cinta yang tak berbalasnya Dewa wekekeke... jadi inget masa2 indah bersama AJI dulu (Asosiasi Jomblowan Indonesia)
Record that creeps the hell out of you
Lagu Istri Sholehah-nya The Zikr. Huhuahaha...! (aseli, bingung "creeps the hell out" mksdnya paan siy? kluar neraka gitu?? kekeke..
Record that you wish never been made
Klo ga salah yg nyanyi Kungpaw Chicken, judulnya Gitu2an ato apaan gitu.. Orang gila yg bikin lagu itu! vulgar bener, anak2 sekarang emang gila banget deket ke jurang perzinahan.. Ya Allah...
Record that you’ve just listened
Adzan maghrib di tipi.
Record that you’ve been meaning to buy (or steal)
Gak ada yg pengen ku beli ato curi, paling bajak aja lewat MP3 heuheu.. kcuali lagu2 Islami, pengennya beli gara2 ga enak klo cuma kopi MP3, prasaan tega aja ke mereka ga beli aselinya.
Now, tag seventeen people…
Sapa ya? ga enak ah klo tembak2an, biarlah hanya diriku yg mnjadi korban.. hue..
Boleh Tag balik ga ? :D Zazaaaa... udah tuk aku bikin balesanmuu..!
Menurut kamu, apaan sih tahun baru 1428 H itu ?!
- huehue, posting pertama di awal tahun :P -
| |